Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Pesan Gus Miftah agar Tak Cemas Menghadapi Wabah Corona

Novie Fauziah , Jurnalis-Kamis, 16 April 2020 |12:54 WIB
Ini Pesan Gus Miftah agar Tak Cemas Menghadapi Wabah Corona
Gus Miftah saat ceramah (Foto: Inst)
A
A
A

Gus Miftah meminta agar umat Islam tak perlu terlalu cemas dalam menghadapi wabah corona. Sebab Allah selalu memberikan solusinya kepada hamba-Nya.

"Saya bangga jadi warga NU, NU selalu memberi solusi kebangsaan dan keumatan yang tepat. Bila teman membuatmu kecewa, bila pasangan membuat terluka, bila corona membuatmu menderita, maka yakinlah Nahdlatul Ulama hadir membawa cinta," ujar Gus Miftah dalam tausiyahnya di akun Instagramnya belum lama ini.

Allah berfiman,

Surat Al-Baqarah Ayat 155

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

"Dari Surat Al-Baqarah itu kita bisa memahami sebenarnya sangatlah sedikit ujian ini. Jadi Allah hanya timpakan sedikit ujiannya. Maka yang perlu saya sampaikan ketuklah pintu langitnya lewat doa," ujar Gus Miftah.

"Yang di-lockdown hanya bumi. Tapi langitnya masih terbuka, maka ketuklah langitnya," katanya.

Kenapa saat ini banyak orang stres menghadapi lockdown? "Sekarang orang gampang stres menghadapi probematika hidupnya karena banyak orang yang hatinya masih lebih dekat kepada bumi daripada ke langit."

Saat ini, terang Gus Miftah, kita hidup kayak main gobak sodor, dipegang mati, keluar mati. "Ini sebuah masa di mana orang kentut dihargai daripada orang bersin, ada orang bersin orang-orang langsung pada takut."

Maka, lanjut Gus Miftah, sudah saatnya kita belajar kun fa yakun Allah. Jika semudah itu Allah menciptakan surga dan neraka, langit dan bumi, matahari dan bintang, manusia dan tumbuhan maka kita harus yakin tak akan ada yang sulit untuk Allah untuk menolong hambanya sebesar apapun masalah yang dihadapinya.

Maka, terang dia, ia hanya ingin menyampaikan suatu hal. Sejatinya ombak tak terlalu besar, cuma perahu kita yang terlalu kecil.

Ujian Allah tidaklah berat. Hanya iman kita yang terlalu lemah.

"Ingat jangan terlalu cemas, karena kecemasan hanya ilusi buruk tentang masa depan. Daripada buang waktu memikirkan kecemasan yang belum pasti terjadi lebih baik mempersiapkan diri untuk menghadap," pungkas Gus Miftah.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement