Ramadhan Tiba, Ini Ganjaran Bagi yang Berpuasa

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Jum'at 24 April 2020 03:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 23 330 2203682 ramadhan-tiba-ini-ganjaran-bagi-yang-berpuasa-SN4mLHpoEb.jpg Ilustrasi sahur. Foto: Toronto Star

WAKTU yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang jua, Ramadhan tiba dan Muslim di seluruh dunia mulai berpuasa hari ini, Jumat (24/4/2020). Lalu tahukah kamu ganjaran bagi orang yang berpuasa?

Dikutip dari laman JATMAN, siapa yang berpuasa dalam keadaan iman (imanan), yakni meyakini dalam qalbu dan berharap pahala dari Allah (ihtisaban), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Ihtisab maknanya menurut Al Khitabi ialah ‘azimah yaitu ketetapan hati, kemauan kuat dan tekad yang bulat. Yaitu betul-betul mengharapkan ganjaran dari Allah sehingga diri dijaga betul agar senantiasa dalam keadaan baik.

Selain itu ihtisab juga berarti tidak merasa berat, apalagi sampai mengeluhkan panjangnya lama berpuasa. Orang yang berpuasa karena iman dan ihtisaban akan mendapatkan ganjaran berupa ampunan dari Allah atas segala dosa yang telah lampau.

Rasulullah bersabda sebagaimana dalam Hadis Riwatar HR Imam Bukhori:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “.

Dari Abu Hurairah Ra berkata, Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang berpuasa karena iman dan ikhlas akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampau (HR. Imam Bukhari).

Berpuasa itu sejatinya untuk taqarrub kepada Allah Swt, mendekatkan diri kepada-Nya. Untuk mendekatkan diri ini kata Ibnu Hajar dalam Fathul Bari’ ada syaratnya dan syaratnya itu adalah niat. Hanya dengan niat akan ada kedekatan (qurbah) dengan Allah Swt.

Karena siapa yang mendekatkan diri kepada Allah, Allah juga akan dekat kepadanya. Siapa yang ingat Allah, Allah akan ingat padanya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dalam hadis Qudsi Allah berfirman, “Aku sebagaimana prasangka hamba-Ku, Aku bersamanya jika ia mengingat-Ku, jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam nafs-Ku, jika dia mengingat atau menyebutku di satu tempat, aku menyebut-Nya di tempat yang lebih baik darinya.

Jika dia berusaha mendekat pada-Ku sejengkal, maka aku mendekat padanya sehasta. Jika dia berusaha mendekat pada-Ku sehasta, maka aku mendekat padanya sedepa. Jika dia mendatangi-Ku dalam keadaan berjalan, Ku mendatangi dengan berlari.” (HR. Bukhari).

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya