Ganjar Pranowo juga berpesan kepada masyarakat supaya tetap waspada terhadap pandemi virus corona COVID-19. Status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat Ramadhan kali ini menjadi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Yang biasanya kita meramaikan masjid dengan tarawih, tadarus, dan I'tikaf. Untuk tahun ini kita cukup tarawih dan tadarus di rumah saja. Selain itu tidak perlu ada buka dan sahur bersama, cukup buat dan sahur bersama dengan keluarga di rumah yang kita cintai,” lanjutnya.
Gubernur nyentrik berambut putih ini juga mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir masjid menjadi sepi. Masih ada beberapa kegiatan yang tetap dilakukan di masjid hanya saja tidak secara massal.
“Saya sangat berharap takmir tetap menyelenggarakan pengajian dan tadarus lewat pengeras suara agar bisa diikuti jamaah di rumah masing masing atau syukur syukur disiarkan secara live melalu media sosial,” sambungnya.