Awal Mula Perbedaan Sholat Tarawih 11 Rakaat dan 23 Rakaat

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 24 April 2020 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 614 2204311 awal-mula-perbedaan-sholat-tarawih-11-rakaat-dan-23-rakaat-xXethVY6hX.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Sementara tarawih 11 rakaat berdasarkan hadits Nabi yang diriwayatkan sayidina Aisyah ra. "Dari Abu Salamah bin Abdirrahman, ia bertanya kepada Aisyah RA, 'Bagaimanakah sholat Rasulullah SAW di bulan Ramadhan?'

Aisyah RA menjawab, 'Rasulullah SAW tidak pernah menambah di dalam Ramadhan dan di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat. Beliau shalat empat rakaat, jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian, beliau shalat empat rakaat jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian, beliau shalat tiga rakaat."

Ihwal perbedaan bilangan sholat Tarawih apakah 11 rakaat atau 23 rakaat, Ketua Ikatan Sarjana Quran dan Hadits Ustadz Fauzan Amin menyatakan sejatinya sholat Tarawih itu tidak ada ketentuan khusus berapa jumlah rakaatnya alias bebas.

Ustad Fauzan lantas memperkuat pendapatnya tentang jumlah rakaat tarawih yang fleksibel berdasarkan sejarahnya dan beberapa hadist.

Dari Abi Hurairah ra: Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam menggemarkan Salat pada bulan Ramadan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata: “Barang siapa yang melakukan ibadah (Salat tarawih) di bulan Ramadan hanya karena iman dan mengharapkan ridho dari Allah, maka baginya di ampuni dosa-dosanya yang telah lewat”. (HR: Muslim).

Ditambah lagi dengan kesaksian istri Rasulullah, Aisyah Ummil Mu’minin ra: sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam pada suatu malam sholat di masjid, lalu banyak orang sholat mengikuti beliau, beliau sholat dan pengikut bertambah ramai (banyak) pada hari ketiga dan keempat orang-orang banyak berkumpul menunggu beliau Nabi, tetapi Nabi tidak keluar (tidak datang) ke masjid lagi.

Ketika pagi-pagi, Nabi bersabda: “sesungguhnya aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali kalau sholat ini diwajibkan pada kalian”. Siti ‘Aisyah berkata: “hal itu terjadi pada bulan Ramadan”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadist ini, menurut ustadz Fauzan Amin, menerangkan bahwa Rasulullah memang pernah melaksanakan sholat Tarawih. Pada malam hari yang kedua beliau datang lagi mengerjakan sholat dan pengikutnya tambah banyak. Pada malam yang ketiga dan keempat Nabi tidak datang ke masjid, dengan alasan bahwa beliau takut sholat Tarawih itu akan diwajibkan Allah melalui wahyu karena umat islam sangat antusias dan bertambah banyak jumlah jamaah sholat tarawihnya.

"Rasulullah melaksanakan sholat Tarawih berjamaah di masjid hanya dua malam dan hukumnya adalah sunnah karena sangat digemari olehnya dan beliau mengajak orang-orang untuk mengerjakannya. Tidak ada penyebutan bilangan rakaat dan ketentuan rakaat sholat Tarawih secara rinci. Sahabat Umar bin Khattab yang punya ijtihad," ujar Fauzan merinci.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya