Arab Saudi Mulai Puasa Ramadhan Hari Ini

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 24 April 2020 04:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 24 615 2204036 arab-saudi-mulai-puasa-ramadhan-hari-ini-TUgidRmVEA.jpg

Pemerintah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah menetapkan 1 Ramadhan 1444 jatuh pada Jumat (24/4/2020). Penetapan tersebut dilakukan setelah hilal terlihat ketika matahari terbenam pada Kamis malam, 23 April.

Dalam arti lain, Arab Saudi dan sejumlah negara mayoritas Muslim lainnya, termasuk Indonesia, melaksanakan ibadah puasa secara serentak mulai hari ini. Sayangnya, Ramadhan tahun ini terasa sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh pandemi virus corona atau COVID-19 yang tengah melanda dunia.

Mengutip laman Arab News, salat tarawih di Masjidil Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi (Madinah) dilaporkan akan dibatasi. Bahkan, jumlah rakaat tarawih pun dikurangi menjadi 10 rakaat plus 1 rakaat witir.

Pihak Kerajaan Arab Saudi sejak Februari lalu memang telah menerapkan kebijakan yang sangat ketat. Mereka menutup dua tempat paling suci bagi umat Muslim tersebut, demi mencegah penularan virus corona.

Padahal, Makkah dan Madinah selama ini dikenal menjadi dua tempat paling ramai dikunjungi para peziarah Muslim untuk melaksanakan ibadah, terutama di bulan Ramadham.

Kendati demikian, demi memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pasokan makanan dan keperluan lainnya, pihak kerajaan berencana melonggarkan kebijakan lockdown selama bulan Ramadhan berlangsung. Masyarakat diperbolehkan keluar rumah mulai pukul 09.00 pagi hingga 17.00 waktu setempat.

Sementara itu, pemerintah Uni Emirat Arab menyatakan bahwa puasa di negara mereka akan berlangsung selama kurang lebih 15 jam. Namun, sebagai antisipasi penyebaran COVID-19, mereka telah mengurangi waktu kerja bagi para pekerja di sektor publik.

Kementerian Pendidikan UEA juga telah mengurangi durasi belajar online bagi para siswa selama bulan Ramadhan berlangsung. Durasi belajar akan dikurangi 30 menit, dan jumlah kelas yang diselenggarakan pun dilaporkan berkurang.

Tak hanya itu, Majelis Fatwa UEA juga mengeluarkan 5 fatwa baru berkaitan dengan puasa, ibadah, pemberian zakat selama pandemi COVID-19.

Para pasien positif corona diperkenankan untuk tidak melaksanakan ibadah puasa, termasuk bagi mereka yang mengalami gejala-gejala COVID-19. Pasalnya, sejumlah ahli medis telah menyatakan bahwa puasa dapat memperparah kondisi kesehatan pasien.

Dari dunia medis sendiri, para petugas kesehatan yang menjadi garda terdepan penanganan COVID-19 juga diperbolehkan untuk tidak berpuasa, karena dikhawatirkan dapat menurunkan imunitas tubuh.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini