Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Para Ayah Harus Menjadi Imam Sholat Tarawih

Mohammad Saifulloh , Jurnalis-Sabtu, 25 April 2020 |20:37 WIB
Ketika Para Ayah Harus Menjadi Imam Sholat Tarawih
Sholat Tarawih di Rumah (Foto: Shutterstock)
A
A
A

KEGIATAN ibadah Ramadhan di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) menjadi sangat istimewa, lantaran sholat Tarawih diatur agar tidak berjamaah di masjid atau mushola.

Peran para muslim laki-laki menjadi tumpuan terlaksananya ibadah di tengah keluarga. Pengalaman mengimami sholat Tarawih di rumah menjadi sesuatu yang unik di setiap keluarga.

Seperti yang diceritakan oleh Mochammad Juniarto (32). Warga Depok yang sehari-hari menjadi pegawai bank BUMN ini perasaannya campur aduk melihat situasi kala Ramadhan tahun ini.

"Sedih nggak bisa sholat Tarawih di masjid, tapi seru bisa sholat di rumah bareng istri dan anak-anak," ujarnya saat dihubungi oleh Okezone, Sabtu (26/4/2020).

Sholat tarawih di rumah

Meski ayah tiga anak ini memilih sholat Tarawih 8 rakaat dengan 3 rakaat witir, buah hatinya mengerjakan dua rakaat pertama saja. Namun, Juniarto tetap berusaha mengenalkan ibadah Ramadhan yang dapat dikerjakan anak-anaknya dengan ikhlas dan senang hati.

"Tidak apa-apa anak-anak ikut sebentar yang penting mereka sudah merasakan nikmatnya beribadah Ramadhan," ujar Juniarto.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement