Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Marhaban Ya Ramadhan, Mari Pahami 3 Hakikat Kehidupan Manusia di Dunia

Marhaban Ya Ramadhan, Mari Pahami 3 Hakikat Kehidupan Manusia di Dunia
A
A
A

Bulan Ramadhan Ibarat Tamu Agung dan Istimewa yang ditunggu tunggu oleh seluruh umat Islam di penjuru dunia, karena kedatangannya selalu membawa kedamaian, kepedulian dan keberkahan bagi semua Makhluk Allah Swt yang ada di alam semesta ini.

Persiapan dan rangkaian penyambutan Tamu Agung dan Istimewa ini tentunya sudah dilakukan sejak dua bulan sebelum kedatangannya, dengan menyiapkan hati yang tulus dan memasang niat yang ikhlas serta berharap melaui doa agar diberikan umur panjang untuk dapat bertemu dengan tamu Agung dan Istimewa, dialah bulan suci Ramadhan yang didalamnya terdapat rahmat, ampunan dan ridlo-Nya agar terhindar dari siksa api neraka.

Marhaban Yaa Ramadhan, kini Ramadhan telah tiba, mari kita sambut dengan memuliakannya dan mengisi sebanyak mungkin amaliah-amaliah wajib maupun sunah, dengan harapan rahmat dan ampunan-Nya dapat kita raih, dan kita kembali menjadi manusia yang fitri bagaikan bayi yang baru dilahirkan. Aamiin yra.

Marhaban Yaa Ramadhan, hikmah yang dapat kita petik dalam bulan Ramadhan 1441 H kali ini adalah sebuah pembelajaran kepada kita untuk mengerti dan memahami tujuan hidup dan hakikat hidup manusia di muka bumi ini, di antaranya:

1. Bahwa hidup manusia tidak hanya untuk hidup semata tapi untuk mewujudkan kehidupan yang hakiki, tidak sekedar hanya untuk memenuhi kebutuhan nafsu belaka seperti makan, minum dan melampiaskan sahwatnya, akan tetapi manusia harus mampu menggunakan seluruh anggota tubuhnya, akal fikirannya, kecerdasanya hanya untuk menghambakan diri dan beribadah kepada Allah swt. serta mampu mengendalikakan hawa nafsunya yang cenderung mengajak manusia pada perbuatan maksiat dan dosa.

Untuk itulah Allah swt berikan bulan Ramadhan bagi orang yang beriman agar senantiasa dalam waktu pagi, siang, petang, dan malamnya dijadikan sarana penghambaan dirinya kepada sang kholiq melalui dzikir dan kegiatan ibadah sunnah lainnya.

Dengan memahami makna kehidupan, seseorang akan mampu mengendalikan dan mengekang hawa nafsu yang su’ (buruk) dan melahirkan hawa nafsu yang baik yang dapat memancarkan sifat dan perilaku positif bagi kemanusiaan, di antaranya menumbuhkan kesadaran untuk saling berbagi, saling mengasihi, saling memaafkan dan berujung pada terwujudnya ketentraman dan kedamaian di dalam dirinya dan bagi manusia disekelilingnya, sabda Rosulullah Saw. “Tidaklah aku (Muhammad) diutus kepadamu (manusia) kecuali untuk memberikan kasih sayang pada seluruh alam”.

2. Bahwa Manusia harus menyadari akan keberadaannya di dunia ini yang terlahir dalam keadaan suci dan terbebas dari dosa, namun dalam perjalannya, manusia terlena dan bersimbah dengan dosa dan kesalahan yang tak terhitung jumlahnya, baik kesalahan kepada sesama manusia, kepada alam sekelilingnya, dan kepada sang maha Kholiq.

Untuk itulah Allah swt. menjadikan Ramadhan sebagai bulan ampunan bagi manusia agar dapat kembali kepada fitrahnya melaui pelaksanaan ibadah puasa selama sebulan penuh dengan didasari oleh keimanan dan hanya mencari keridlaan-Nya, maka Allah swt akan mengampuni dosa dosanya yang telah lalu.

Disamping puasa yang khusu’, membayar zakat fitrah merupakan suatu keharusan bagi orang yang berpuasa, karena zakat fitrah disamping sebagai penyempurna puasa Ramadhan juga sebagai pembersih hati orang kaya dan penambah rizki bagi orang miskin.

3. Bahwa manusia yang beriman pasti menyadari bahwa kehidupan ini hanya sementara, tidak kekal dan penuh dengan tipudaya, dan pada saatnya nanti manusia akan kembali menghadap sang Kholiq di alam akhirat untuk selama lamanya guna mempertanggung jawabkan semua amal berbuatan dan amanah yang telah diberikan kepada manusia semasa di dunia, perbuatan baik dan buruk sekecil biji dzarrah pun tidak luput dari catatan malaikat Allah swt untuk menentukan apakah mereka berhak atas syurga atau neraka Nya.

Ramadhan sebagai bulan yang dapat menyelamatkan manusia dari pedihnya siksa api neraka selama manusia mau memanfaatkan keberkahan yang terkandung dalam bulan Ramadhan dengan bersungguh sungguh memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadhan untuk mendapatkan “Laylatul Qodar” yang nilai nya lebih mulia dari seribu bulan.

Untuk mendapatkan hikmah dan nilai nilai pembelajaran diatas, tentulah harus kita perhatikan kaidah dan aturan yang sudah digariskan oleh Allah dan Rosul Nya, niatkan semua perbuatan pegabdian kepada Allah (hablum minallah) dan hubungan sesama manusia (hablumminan nas) yang kita lakukan didasari oleh keimanan yang kuat, niat yang yang tulus dan ikhlas hanya mengharapkan Ridlo Allah semata.

Semoga Allah swt menerima semua amal ibadah kita dibulan Ramadhan tahun 1441H ini dan menjadikan kita sebagai hamba Nya yang bertaqwa.

Waallahul muwaffiq ila aqwamithariq. Wassalamualaikum wr wb,

Alfakir, Luqmanul Hakim

Penulis adalah Ketua PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)

(Muhammad Saifullah )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement