Pembaca yang keren dan baik hati. Hari ini kita masih membahas bagaimana komunikasi Nabi Ibrahim dengan ayahnya yang tercatat dalam Alquran.
Suatu ketika Nabi Ibrahim mengatakan kepada ayahnya, wahai ayahku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? (Maryam 19:42).
Nabi Ibrahim pun mengatakan, wahai ayahku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus (Maryam 19:43).
Wahai ayahku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah (Maryam 19:44). Wahai ayahku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan (Maryam 19:45).
Begitulah tugas utama para Nabi, mengajak manusia untuk menyembah Allah SWT. Komunikasi persuasif dilakukannya dengan penuh dedikasi, penuh harap akan ridha Allah Yang Maha Besar. Tidak pernah ia berputus asa dalam berdakwah. Meski banyak rintangan dan ujian yang harus dihadapinya. Tentu ini tidaklah mudah. Seperti kisah Nabi Ibrahim ini.