(Baca Juga : Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Bakal Segera Dibuka)
Nabi Ibrahim mengatakan, (salamun alaikum) semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. (Maryam 19:47)
Kita bisa menyimak bagaimana komunikasi yang baik yang dilakukan Nabi Ibrahim. Bahkan setelah ditolak, hendak dirajam, dan diusir pun oleh ayahnya, Nabi Ibrahim tetap berkomunikasi dan mendoakan yang baik untuk orang yang menolaknya itu. Salamun alaikum. Semoga keselamatan terlimpah kepadamu. Luar biasa. Hati Nabi Ibrahim seakan-akan seluas langit biru yang membentang tanpa batas.
Setelah Nabi Ibrahim menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Allah pun kemudian memberikan anugerah yang tiada tara kepada Nabi Ibrahim. Yaitu Ishak dan Yakub. Yang kemudian hari mereka pun diangkat menjadi Nabi (Maryam 19:49).
Begitulah. Jika komunikasi yang baik dibangun, maka akan menghasilkan sesuatu yang baik. Memang terlihat penolakan di awal, tapi hadiah dari Allah lah yang sempurna. Sebab itu tugas manusia pilihan hanya untuk mengajak kepada kebaikan. Sisanya, atau hasilnya, serahkan kepada ahlinya, yaitu Allah Yang Maha Baik.