Sholat Tarawih 11 dan 23 Rakaat, Afdol-nya Berapa Rakaat?

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Minggu 03 Mei 2020 00:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 02 616 2208293 sholat-tarawih-11-dan-23-rakaat-afdol-nya-berapa-rakaat-wVwfp1VLgb.jpg Ilustrasi Sholat Tarawih Berjamaah di Rumah (Foto: Okezone)

مَا كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ يَزِيْدُ فِي رَمَضَانَ وَ لَا فِي غَيْرِهِ عَلَى ِاحْدَى عَشَرَةَ رَكْعَةً, يُصَلِّي اَرْبَعًا, فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلِهِنَّ. ثُمَّ يُصَلِّي اَرْبَعًا, فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلِهِنَّ. ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا. قَالَتْ عَائِشَةُ : يَا رَسُوْلَ اللَّهِ : أَتَنَامُ قَبْلَ اَنْ تُوْتِرَ ؟. قَالَ : يَا عَائِشَةُ, إِنَّ عَيْنَيَّ تَنَامَانِ وَ لَا يَنَامُ قَلْبِيْ. (متفق عليه)

Artinya : “Adalah Rasulullah saw, baik di bulan Ramadhan maupun diluar bulan Ramadhan, tidak melakukan sholat (malam) melebihi 11 rakaat. Beliau SAW sholat empat rekaat (dengan dua kali salam, seperti penjelasan di belakang nanti).

Maka jangan tanya tentang bagusnya dan panjang/lamanya sholat beliau. Lalu sholat lagi empat rekaat (dua kali salam), dan jangan tanya pula tentang bagus dan lamanya sholat beliau. Selanjutnya beliau sholat tiga rekaat”. ‘Aisyah bertanya kepada beliau, “Ya Rasulallah! Apakah engkau tidur sebelum melakukan sholat witir itu?”. Jawab beliau : “Kedua mataku memang tidur, tetapi hatiku tidak tidur”. (HR Muttafaq ‘alaih).

(Baca Juga: Humor Gus Dur: Penghuni Surga Vs Penghuni Neraka)

“Akan tetapi penggunaan hadist ‘Aisyah ra tersebut sebagai dasar sholat tarawih delapan rekaat, menurut saya tidak benar, karena tema hadist tersebut secara tekstual dan nyata adalah berbicara soal sholat witir. Sudah kita maklumi, bahwa jumlah rakaat sholat witir paling sedikit satu rakaat dan paling banyak 11 rakaat. Sementara itu, beliau SAW ketika itu melakukannya setelah tidur sebanyak empat rakaat yang dilakukan dengan dua kali salam secara bersambung, lalu sholat lagi empat rekaat dengan dua kali salam secara bersambung. Selanjutnya sholat tiga rakaat dengan dua kali salam seperti itu,” terang ustadz Arif Khuzaini.

Argumentasi yang menunjukkan bahwa sholat yang beliau lakukan tersebut merupakan sholat witir, adalah :

1) Pertanyaan ‘Aisyah ra : “Ya Rasulallah! Apakah engkau tidur sebelum melakukan sholat witir ?”. Sementara itu, yang namanya sholat tarawih adalah dilakukan setelah sholat ‘isya dan sebelum tidur.

2) Sholat tarawih tidak akan ditemui di luar bulan Ramadhan.

3) Imam Bukhari menempatkan hadis tersebut pada bab sholat witir. (Al-Hafidz Ibnu Hajar menjadikan hadist ini sebagai dalil salat Witir dalam Bulugh al-Maram No 277, bukan dalil Tarawih)

“Dengan begitu, maka tidak ada kontradiksi/pertentangan dan dapat dikompromikan di antara beberapa dalil yang ada,” terang ustadz Arif Khuzaini.

Sementara itu, Ketua Ikatan Sarjana Quran dan Hadist Ustadz Fauzan Amin menyatakan sejatinya sholat tarawih itu tidak ada ketentuan khusus berapa jumlah rakaat-nya alias bebas. “Sejarah awal tarawih Nabi hanya sholat 2-3 kali saja di masjid. Sisanya Nabi sholat di rumah karena khawatir dianggap wajib oleh umatnya. Tentu ini sesuai perintah Allah,” ujarnya.

Saat Nabi SAW sholat di rumah, sambung dia, para sahabat tetap ramai-ramai sholat di masjid. Bahkan sebagian sampai dini hari saking semangatnya mengisi malam Ramadhan dengan ibadah. “Jadi yang tahu persis bagaimana Nabi sholat tarawih adalah Aisyah. Hanya Allah Yang Maha Tahu,” ujarnya.

Mengenai jumlah rakaat tarawih 20 rakaat, kata ustadz Fauzan Amin, adalah hasil ijtihad Umar bin Khattab hingga ditiru sampai kini oleh kalangan NU. Jumlah 20 itu di tengah alias sedang. Bagi yang malas tarawih, 20 rakaat itu masih bisa dipaksa. Bagi yang terlalu semagat 20 itu sudah lebih dari cukup.

"Saya sendiri tarawih macam-macam. Kalau lagi semangat 20 rakaat. Kalau lagi capek 11 rakaat. Formasi 2-2-2-2-2-1. Kalau lagi sibuk mengisi tadarus di luar formasi bisa jadi 4-4-3, kalau zaman mudik alias musafir cukup 2 rakaat,” pungkasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya