Tausiyah: Perempuan, Ramadhan dan Covid-19

Kamis 07 Mei 2020 04:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 06 330 2210025 tausiyah-perempuan-ramadhan-dan-covid-19-18PQyCxlcO.jpg

Setidaknya terdapat dua hadist pendek yang menjadi dasar bagi manusia agar menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan.

Yaitu Hadist Rasulullah SAW yang artinya “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim) serta “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” (HR Tirmidzi).

Betapa Islam sangat memuliakan perempuan, setelah sebelumnya, orang-orang jahiliyah memandang wanita sebagai musibah. Dalam berbagai cerita masa lalu, sudah sangat jelas tergambar bahwa Islam memandang wanita adalah karunia Allah. Betapa tidak, beberapa perempuan diceritakan sebagai washilah kehadiran Nabi-nabi Allah. Sebut saja Asiyah istri Firaun yang menjadi “penyelamat” bayi Musa serta Halimah yang menjadi ibu susu Rasulullah SAW.

Bagi kaum-kaum yang berpikir, kehadiran perempuan dalam cerita hidup para nabi ini tentu menjadi pertanda bahwa betapa Allah mengagungkan derajat perempuan. Bersamanya kaum laki-laki akan mendapat ketenangan, lahir maupun batin.

Darinya akan muncul energi positif yang sangat bermanfaat berupa rasa cinta, kasih sayang serta motivasi hidup. Hal ini seperti yang pernah disampaikan Rasulullah dalam hadistnya yang berarti "Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."

Kelaziman yang terjadi di negara kita, pada bulan Ramadhan, perempuan memegang peranan dalam ketahanan pangan rumah tangga. Sebutlah mulai peran menyiapkan menu berbuka, sahur hingga menjadi ujung tombak pendidikan bagi anak-anak yang baru mulai belajar berpuasa.

Pada Ramadhan kali ini, yang berbarengan dengan adanya pandemi Covid-19, peran perempuan pun meningkat lebih signifikan. Dalam keluarga, perannya tidak lagi terbatas hanya menyiapkan makanan sahur dan berbuka serta menjadi supporter utama anak-anaknya yang mulai belajar berpuasa, namun juga sebagai caretaker ketahanan keluarga terhadap penyakit covid 19. Berbagai gerakan pencegahan penularan dari pemerintah membutuhkan perempuan sebagai ujung tombak.

Dalam lingkungan keluarga, seorang ibulah yang lazim bertugas mengingatkan anggota keluarga lain untuk memakai masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan. Selain itu, ibu juga harus menyiapkan berbagai jamu atau vitamin sebagai suplemen ketahanan tubuh.

Jika pada Ramadhan lain pilihan menu hanya bergantung pada keinginan sesaat, kali ini juga mempertimbangkan komposisi gizi untuk ketahanan tubuh. Ibu dengan anak usia sekolah juga mesti mendampingi anak-anak untuk belajar di rumah. Terlebih jika sang ibu juga merupakan pelaku work from home, maka semakin padatlah aktivitasnya. 

Setidaknya kehadiran perempuan ditengah bencana covid 19 ini memainkan 3 peran, yakni peran fisik, peran sosial, serta peran spiritual.

Peran fisik, ungkapan “Istri adalah jantung Rumah Tangga” agaknya memang benar. Perempuan menjadi ujung tombak dalam membuat rumah sebagai tempat tinggal yang nyaman. Sehingga seluruh anggota keluarga akan merasa nyaman meskipun hanya berdiam diri di rumah (stay at home) selama masa pandemiCovid-19.

Dengan bantuan seluruh anggota keluarga, kebijakan WFH bagi ibu yang berkarir tentunya akan menjadi berkah tersendiri karena adanya kesempatan berkumpul untuk mengisi waktu bersama di rumah. Ibu sebagai perempuan bisa memanfaatkan kedekatan fisik kepada anak-anak dengan berbagai aktivitas yang produktif.

Peran sosial, selain kebutuhan internal, perempuan juga sangat berperan dalam memberikan edukasi pencegahan covid 19 kepada lingkungan sosialnya. Melalui organisasi yang diikutinya, perempuan dapat menggalang donasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

Peran donatif ini tidak hanya dilakukan oleh perempuan dengan kelas ekonomi atas, namun menyeluruh hingga tingkat bawah. Sumbangsih yang dilakukan tidak hanya berupa material, namun juga tenaga dan ide. Peran besar perempuan dalam penanganan Covid-19 ini telah diakui oleh pemerintah melalui pernyataan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19. Karakter dasar perempuan yang mudah berempati dan penyayang menjadikan peran sosial perempuan semakin terasa.

Kebutuhan spiritual, “Al Ummu madrasatul ula”, ungkapan inilah yang menjadi bukti bahwa perempuan memegang peranan penting dalam mengedukasi keluarga. Perempuan atau ibu dalam keluarga memiliki peran signifikan dalam meningkatkan spiritualitas seluruh anggota keluarganya dalam menghadapi masa-masa sulit ditengah pandemi.

Perempuan sangat kompeten untuk memberikan edukasi berupa sikap positif dalam menghadapi Covid-19. Hal ini tentu berdampak sangat positif, karena beberapa penelitian menyebutkan bahwa sikap positif dapat meningkatkan imunitas

Begitu hebatnya peran perempuan dalam ketahanan keluarga, sehingga Allah manjadikan surga berada di telapak kakinya serta mengabadikan namanya dalam satu surat di Alquran dan memberikan berbagai keutamaan yang tidak dimiliki oleh laki-laki.

Perempuan ISNU

Oleh : Faza Dhora Nailufar

Penulis adalah Pengurus Pusat ISNU dan Ketua Pusat Studi Gender dan Birokrasi Poltek STIA LAN Jakarta

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya