Kelaziman yang terjadi di negara kita, pada bulan Ramadhan, perempuan memegang peranan dalam ketahanan pangan rumah tangga. Sebutlah mulai peran menyiapkan menu berbuka, sahur hingga menjadi ujung tombak pendidikan bagi anak-anak yang baru mulai belajar berpuasa.
Pada Ramadhan kali ini, yang berbarengan dengan adanya pandemi Covid-19, peran perempuan pun meningkat lebih signifikan. Dalam keluarga, perannya tidak lagi terbatas hanya menyiapkan makanan sahur dan berbuka serta menjadi supporter utama anak-anaknya yang mulai belajar berpuasa, namun juga sebagai caretaker ketahanan keluarga terhadap penyakit covid 19. Berbagai gerakan pencegahan penularan dari pemerintah membutuhkan perempuan sebagai ujung tombak.
Dalam lingkungan keluarga, seorang ibulah yang lazim bertugas mengingatkan anggota keluarga lain untuk memakai masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan. Selain itu, ibu juga harus menyiapkan berbagai jamu atau vitamin sebagai suplemen ketahanan tubuh.
Jika pada Ramadhan lain pilihan menu hanya bergantung pada keinginan sesaat, kali ini juga mempertimbangkan komposisi gizi untuk ketahanan tubuh. Ibu dengan anak usia sekolah juga mesti mendampingi anak-anak untuk belajar di rumah. Terlebih jika sang ibu juga merupakan pelaku work from home, maka semakin padatlah aktivitasnya.
Setidaknya kehadiran perempuan ditengah bencana covid 19 ini memainkan 3 peran, yakni peran fisik, peran sosial, serta peran spiritual.