Peran fisik, ungkapan “Istri adalah jantung Rumah Tangga” agaknya memang benar. Perempuan menjadi ujung tombak dalam membuat rumah sebagai tempat tinggal yang nyaman. Sehingga seluruh anggota keluarga akan merasa nyaman meskipun hanya berdiam diri di rumah (stay at home) selama masa pandemiCovid-19.
Dengan bantuan seluruh anggota keluarga, kebijakan WFH bagi ibu yang berkarir tentunya akan menjadi berkah tersendiri karena adanya kesempatan berkumpul untuk mengisi waktu bersama di rumah. Ibu sebagai perempuan bisa memanfaatkan kedekatan fisik kepada anak-anak dengan berbagai aktivitas yang produktif.
Peran sosial, selain kebutuhan internal, perempuan juga sangat berperan dalam memberikan edukasi pencegahan covid 19 kepada lingkungan sosialnya. Melalui organisasi yang diikutinya, perempuan dapat menggalang donasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
Peran donatif ini tidak hanya dilakukan oleh perempuan dengan kelas ekonomi atas, namun menyeluruh hingga tingkat bawah. Sumbangsih yang dilakukan tidak hanya berupa material, namun juga tenaga dan ide. Peran besar perempuan dalam penanganan Covid-19 ini telah diakui oleh pemerintah melalui pernyataan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19. Karakter dasar perempuan yang mudah berempati dan penyayang menjadikan peran sosial perempuan semakin terasa.
Kebutuhan spiritual, “Al Ummu madrasatul ula”, ungkapan inilah yang menjadi bukti bahwa perempuan memegang peranan penting dalam mengedukasi keluarga. Perempuan atau ibu dalam keluarga memiliki peran signifikan dalam meningkatkan spiritualitas seluruh anggota keluarganya dalam menghadapi masa-masa sulit ditengah pandemi.