Mengetahui peristiwa tersebut, Raja Thalut pun menjodohkan Nabi Daud dengan anaknya yang bernama Mikyal. Selain diangkat menjadi menantu, Nabi Daud juga ditunjuk sebagai penasehat pribadi Raja Thalut. Jabatan Nabi Daud ini membuat rakyat hormat padanya, bahkan lebih menghormati Nabi Daud dibandingkan Raja Thalut. Kondisi ini membuat sang raja iri hati.
Raja Thalut pun memerintahkan Nabi Daud untuk ke medan perang yang lebih berbahaya. Niatnya supaya Nabi Daud celaka, bahkan meninggal di medan perang. Namun Allah SWT menjaga Nabi-Nya dan Nabi Daud berhasil memenangkan perang tersebut.
Berkat itu, Nabi Daud semakin dikagumi masyarakat, ini bisa dilihat dari kedatangan pasukan Nabi Daud dari medan perang yang disambut riuh kegembiraan dan suka cita. Singkat cerita Raja Thalut meninggal dunia begitu juga putra mahkotanya, sehingga Nabi Daud pun ditunjuk menggantikan posisi raja tersebut.
Selain menjadi raja, Allah SWT memberikan keistimewaan pada Nabi Daud yaitu ditundukkannya gunung-gunung supaya bertasbih dan memuji Allah bersama Nabi Daud pada pagi, siang, dan malam.