Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Memahami Ulang Makna Kesalehan Sosial

Memahami Ulang Makna Kesalehan Sosial
Memahami Ulang Makna Kesalehan Sosial (Foto: Mydonate)
A
A
A

Rasanya peringatan Arendt lebih dari setengah abad lalu itu cukup berguna bagi kita sekarang untuk memahami ulang makna kesalehan sosial. Dengan demikian, alih-alih mengharapkan individu sebagai satu-satunya pelaku yang harus menjalankan kesalehan, mengapa kita tidak pernah menunjuk lembaga, dalam hal ini terutama adalah negara, sebagai pihak yang juga semestinya terlibat dalam hal itu.

(Baca Juga : Mualaf Jual Mobil & Rumah untuk Sedekah, Gus Miftah: Izinkan Kami Meneladanimu)

Jadi, yang harus saleh secara sosial itu bukan hanya individu orang per orang, tetapi juga kolektivitas politik yang bernama negara. Dengan ini pula perpisahan antara “yang sosial” dan “yang politik” seperti dikhawatirkan oleh Arendt bisa dicegah.

Sejatinya kesalehan sosial negara bukan omong kosong jika kita melihat eksperimen negara kesejahteraan (welfare state). Lebih daripada sekadar penjaga malam, negara aktif dalam memastikan semua warganya mendapatkan kebutuhan (needs) dan haknya (rights).

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement