Tausiyah Ramadhan: Sampai Kapan Kita Harus Beribadah?

Rabu 20 Mei 2020 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 330 2216645 tausiyah-ramadhan-sampai-kapan-kita-harus-beribadah-hZlK9vt4Hh.jpg

Sahabat yang berhati baik. Terkadang sebuah pertanyaan melintas dalam pikiran kita. Dan terkadang juga, entah kenapa, kita tidak mengindahkan pertanyaan itu. Pertanyaannya adalah untuk apa sesungguhnya kita hidup?

Jawaban untuk pertanyaan ini sudah tertulis dalam Alquran dengan cukup jelas. Allah berfirman bahwa “dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku,” (QS. Adz-Dzariat 51:56).

Maknanya adalah bahwa hidup kita sebagai manusia sesungguhnya untuk beribadah mengabdi kepada Allah semata. Allah hanya menginginkan manusia untuk beribadah selama hidupnya di dunia ini. Sebab kata Allah, “Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan,” (QS. 51:57).

Begitulah, Allah tidak membutuhkan rezeki apa-apa dari manusia. Justru Allah lah yang memberi rezeki. “Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh,” (QS. 51:58).

(Baca Juga : Ini Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri yang Sahih)

Apa makna yang bisa kita serap? Jika kita fokus beribadah kepada Allah di dunia ini, maka Allah akan fokus memberikan rezekinya untuk hambanya baik di dunia maupun di akhirat kelak. Jadi kita jangan hanya fokus untuk mencari rezeki saja, tapi fokus dulu kepada Allah dan Allah kemudian pasti akan memberikan lebih dari apa yang kita harapkan.

Ini juga sejalan dengan ayat dalam surat yang sering kita baca dalam shalat. “Hanya Engkaulah yang kami sembah (beribadah), dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan,” (QS. Al-Fatihah 1:5).

Kita perhatikan urutan ayat di atas. Pertama adalah menyembah. Kedua adalah meminta pertolongan. Ini jelas sekali. Jangan sekali-kali kita meminta pertolongan tanpa kita dahului dengan beribadah kepada Allah. Susunannya begitu. Ikuti saja aturan Allah. Insya Allah akan baik-baik saja.

Ibadah memang banyak macamnya. Seperti puasa, shalat, zakat, shahadat yang bersifat wajib. Ada juga ibadah sunah semisal, shalat taraweh, shalat tahajud, shalat hajat, sedekah, dan masih banyak lagi yang bernilai sunah.

(Baca Juga : Mbah Moen Sebut Kebangkitan Islam akan Datang dari Negara Penghasil Biji-bijian)

Tapi jangan berhenti memaknai ibadah hanya ibadah-ibadah yang tertulis di atas semata. Sebab, semua hal yang kita kerjakan dari bangun tidur hingga tidur lagi akan bernilai ibadah jika kita memulainya paling tidak dengan membaca basmalah atau mengingat Allah dan menutupnya dengan hamdalah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Seorang ayah misalnya, berangkat ke tempat kerja dimulai dengan bismillah dan diniatkan untuk menafkahi keluarga akan menjadi bernilai ibadah. Atau seorang ibu yang menyiapkan makanan, mencuci pakaian, membersihkan rumah, asal dengan niat ikhlas lillahi taala dan untuk kebaikan keluarga, akan bernilai ibadah di mata Allah.

Bahkan hanya dengan memberi senyum dan membuat orang bahagia pun bisa disebut dengan ibadah. Asalkan niatnya baik. Allah akan membalas kebaikan orang yang berbuat baik, dan Allah tidak akan mengingkari janjiNya. Artinya berbuat baik sekecil apapun akan bernilai ibadah. Maka kita harus memulainya semuanya dengan niat ibadah. Agar bernilai ibadah.

Tidak terlalu berat sebenarnya untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah. Asalkan dari awal bangun tidur kita sudah mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Kita harus selalu menyambut pagi hari dengan bahagia bahwa Allah Maha Penyayang.

(Baca Juga : Wabah Corona Bawa Kabar Gembira untuk 2 Juta Muslim di Italia)

Pun di tengah hari kita tetap mengingat Allah bahwa karunia Allah tidak terhingga dan tidak terhitung. Sampai kita menjelang tidur kita mengingat Allah bahwa semua akan baik-baik saja meski dunia ini dilanda corona atau Covid-19.

Maka kemudian kita akan tersadar bahwa sesungguhnya tidak ada yang melebihi kasih sayang Allah, bahkan oleh seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya sekalipun. Tidak pernah bisa melebihi kasih sayang Allah. Allah selalu Maha Baik, Maha Penyayang, Maha Penolong, sampai kapan pun.

Lalu pertanyaannya adalah sampai kapan kita harus beribadah? Jawaban dari Alquran adalah sampai maut menyapa manusia. Allah berfirman bahwa, “dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal),” (QS. Al-Hijr 15:99). Jelas bahwa tujuan hidup kita adalah beribadah kepada Allah hingga ajal menyapa kita.

Wallahu alam bish-shawab.

Oleh: Deden Mauli Darajat

Penulis adalah dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya