Tausiyah Ramadhan: Berpuasa Adalah Melockdown Diri

Jum'at 22 Mei 2020 00:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 21 330 2217645 tausiyah-ramadhan-berpuasa-adalah-melockdown-diri-k544F1ESaD.jpg

Pandemi Virus Corona mengakibatkan dampak yang sangat besar bagi masyarakat global. Dampak itu bukan hanya dirasakan oleh hampir semua manusia di seluruh penjuru dunia, tetapi juga memberikan pukulan yang sangat kuat dalam semua sektor kehidupan.

Dampak itu juga dirasakan oleh Umat Islam di seluruh dunia yang sejak 23 April 2020 lalu mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Bagi Umat Islam di seluruh dunia, Ramadhan adalah bulan terbaik sepanjang tahun. Bulan kesembilan dalam penanggalan Islam ini diyakini oleh Umat Islam sebagai bulan di mana untuk pertama kalinya Allah menurunkan ayat Alquran kepada Nabi Muhammad. Selain itu, Ramadhan juga diyakini sebagai Bulan Penuh Berkah, Bulan Rahmat dan Bulan Pengampunan.

Sepanjang bulan ini, sekitar 1,6 milyar Umat Islam di seluruh dunia melaksanakan puasa, menahan diri dari makanan dan minuman serta semua hal yang bisa membatalkan puasa. Bagi Umat Islam puasa, pada satu sisi, adalah jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, dan, pada sisi lain, adalah ujian untuk mengelola dan mengendalikan diri, serta meningkatkan empati terhadap orang-orang yang kurang beruntung.

(Baca Juga : 4 Fadhilah Sholat Tasbih, Salah Satunya Dapat Mengubah Nasib)

Untuk menyempurnakan puasa, Umat Islam juga melengkapi kesibukannya dengan melaksanakan ibadah-ibadah lainnya. Selain meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah-ibadah sunnah – seperti bersedekah dan salat rawatib – Umat Islam juga melaksanakan ibadah-ibadah yang lebih sering dikerjakan pada bulan Ramadhan, seperti sahur, iftar (buka puasa) bersama, tarawih, dan tadarusan.

Penyebaran Virus Corona, tentu saja, tidak merubah kedudukan puasa Ramadhan yang diwajibkan bagi seluruh umat Islam, kecuali bagi orang-orang yang diperbolehkan hukum Islam untuk tidak berpuasa. Namun, situasi pandemik yang mencekam ini membuat banyak tradisi Ramadhan harus mengalami perubahan demi mencegah penyebaran Virus Corona.

(Baca Juga : Pandangan Ulama tentang Lelang Keperawanan untuk Donasi Covid-19)

Akibatnya, banyak tradisi Ramadhan yang muncul pada tahun-tahun sebelumnya terpaksa mengalami modifikasi. Jika biasanya setiap menjelang sahur anak-anak kampung berkeliling untuk membangunkan warga, kini nyaris tak terdengar lagi kebijakan physical distancing.

(ful)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini