Direktorat Agama Kota İzmir sendiri awalnya membantah laporan siaran semacam itu dengan mengeluarkan pernyataan di akun media sosialnya.
Tetapi kemudian unggahan tersebut dihapus dan mereka mengeluarkan pernyataan kedua yang berisi, "Menurut analisis awal kami, orang tak dikenal menyabotase pusat adzan kami (panggilan untuk sholat) sistem dengan cara ilegal."
Mereka juga menyatakan bahwa penyelidikan telah dilakuna terkait insiden tersebut.
Baca juga: Wabah Covid-19, Air Zamzam Dijual di Pusat Perbelanjaan
(Hantoro)