Tata Cara dan Bacaan Takbir Idul Fitri, Versi Panjang dan Pendek

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 21 618 2217614 tata-cara-dan-bacaan-takbir-idul-fitri-versi-panjang-dan-pendek-AZ7AirTfUr.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DI pengujung bulan suci Ramadhan atau menuju hari raya Idul Fitri, umat Islam biasanya melakukan pembacaan takbir pada malam harinya. Begitu juga dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 28 Tahun 2020 tentang panduan kaifiat (tata cara) takbir dan Sholat Idul Fitri saat pendemi covid-19, takbir merupakan sunah yang sangat dianjurkan.

Dilansir dari laman Pondok Pesantren Al Munawwar Tasikmalaya, Kamis (21/5/2020), terdapat salah satu hadis yang menyebutkan dianjurkan untuk menghidupkan malam 1 Syawal atau dikenal dengan malam takbiran. Sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Al Adzkar li an-Nawawi:

"Ketahuilah bahwa disunahkan (dianjurkan) menghidupkan malam kedua hari raya dengan zikir kepada Allah, salawat, dan yang lainnya seperti perbuatan-perbuatan ketaatan, berdasarkan hadits yang warid tentang yang demikian:

'Barang siapa menghidupkan malam hari raya (Id), hatinya tidak akan pernah mati pada hari kematian hati'. Dan diriwayatkan: 'Barang siapa yang menegakkan malam-malam hari raya karena Allah dengan penuh keikhlasan, hatinya tidak akan pernah mati hingga hari kematian hati'."

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Bahwasannya takbir terbagi dua, yaitu takbir mursal dan takbir muqayyad. Takbir mursal adalah takbir yang dilakukan tidak mengacu pada waktu sholat, atau tidak diwajibkan dibaca oleh seseorang usai melaksanakan sholat fardhu maupun sunah.

Namun takbir mursal kerap dilakukan ketika terbenamnya matahari pada malam Idul Fitri hingga imam melakukan takbiratul ihram Sholat Id, meliputi Idul Fitri maupun Idul Adha.

Sedangkan takbir muqayyad merupakan takbir yang pelaksanaannya memiliki waktu khusus, yaitu saat mengiringi sholat, dibaca setelah melaksanakan sholat fardu atau sunah.

Bacaan takbir terbagi dua, yaitu pendek dan panjang. Pada malam Idul Fitri kedua bacaan takbir ini juga selalu dibaca sebanyak tiga kali dan dilakukan berulang. Berikut ini bacaan lengkap dan artinya:

Dimulai dengan membaca takbir pendek:

اللَّهُ أكْبَرُ اللَّهُ أكْبَرُ اللَّهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ، واللَّهُ أكْبَرُ اللَّهُ أكْبَرُ ولِلَّهِ الحَمْدُ

Allahu akbar allahu akbar allahu akbar, la ilaha illallah wallahu akbar alllahu akbar walillahil hamd.

Artinya: "Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."

Setelah membaca takbir pendek, dilanjutkan dengan bacaan takbir panjang, seperti berikut ini:

اللّه أكْبَرُ كَبيراً، والحَمْدُ لِلَّهِ كَثيراً، وَسُبْحانَ اللَّهِ بُكْرَةً وأصِيلاً، لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَلا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدينَ وَلَوْ كَرِهَ الكافِرُون، لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الأحْزَابَ وَحْدَهُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللّه واللَّهُ أكْبَرُ

Allahu akbar kabira, wal hamdulillahi katsira, wa subhanallahi bukrataw wa ashila, la ilaha illallah, wa la na’budu iyyahu mukhlisina lahud din, wa law karihal kafirun, la ilaha illlallah wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzab wahdah, la ilaha illallah wallahu akbar.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar dan aku mengangungkan Allah dengan besar-besar keagungan. Dan segala puji bagi Allah dan kami memuji Allah sebanyak-banyaknya. Maha suci Allah pada pagi dan petang, tidak ada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya Allah, dengan ikhlas kami beragama kepadanya, walaupun orang-orang kafir membenci. Tidak ada Tuhan melainkan Allah sendirinya, benar janjinya, dan dia menolong hambanya, dan dia mengusir musuh nabinya dengan sendirinya, tidak ada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan baginya segala puji."

Selanjutnya seperti dijelaskan dalam Kitab Fathul Qarib bahwa disunahkan untuk menggemakan takbir pada malam hari raya Idul Fitri. Hal ini diperuntukan bagi seluruh umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan di mana pun berada.

Muhammad bin Qasim Al Ghazi mengatakan, "Disunahkan takbir bagi laki-laki dan perempuan, musafir, baik yang sedang di rumah, di jalan, masjid ataupun sedang di pasar. Dimulai dari terbenanmya matahari pada malam hari raya berlanjut sampai Sholat Idul Fitri."

Bagi umat Islam yang melantunkan takbir pada malam tersebut maka akan melunturkan dosa-dosa yang telah diperbuat. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

وقال النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم اكثروا من التّكبير ليلة العيدين فإنّه يهدم الذّنوب هدما

Artinya: "Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (Fitri dan Adha) karena hal tersebut dapat melebur dosa-dosa."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini