Menangisi Kepergian Ramadhan

Rizka Diputra, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 18:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 22 614 2218119 menangisi-kepergian-ramadhan-OXDTITAKVc.JPG Da'i muda NU dan Pimpinan Majelis Al-Murtadha, Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus (Foto: Instagram/@habibahmadalaydrus)

BULAN suci Ramadhan hanya tinggal hitungan jari. Hari kemenangan bagi umat Islam sudah di depan mata. Gema takbir segera berkumandang di akhir malam bulan penuh ampunan.

Hari raya Idul Fitri alias Lebaran akan pun disambut gegap gempita oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Namun, bagi sebagian umat Islam, mereka akan merasa kehilangan dan sedih, akan berpisah dengan bulan penuh rahmat, di mana segala bentuk amal ibadah dilipatgandakan pahalanya berkali-kali lipat.

Baca juga: Doa Rasulullah di Penghujung Ramadhan

Saking berharganya bulan Ramadhan, kepergiannya pun turut ditangisi para malaikat, bumi dan langit. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Jabir radhiyallahuanhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

"Ketika datang akhir malam bulan Ramadhan, langit dan bumi, serta para malaikat menangis karena merupakan musibah bagi umat Nabi Muhammad SAW. Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, musibah apakah itu? Rasulullah menjawab: lenyaplah bulan Ramadhan karena sesungguhnya doa-doa di bulan Ramadhan dikabulkan, dan sedekah diterima, kebaikan dilipat gandakan, dan adzab ditolak."

Ilustrasi

Dalam lafadz lain disebutkan bahwa:

ِإذَا كَانَ َاخِرُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ بَكَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ وِالْمَلاَئِكَةُ مُصِيْبَةً لِاُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قِيْلَ اَيُّ مُصِيْبَةٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم هِيَ ذَهَابُ رَمَضَانَ لِاَنَّ الدَّعْوَاتِ فِيْهِ مُسْتَجَابَةٌ وَالصَّدَاقَةً مَقْبُوْلَةٌ

“Ketika tiba akhir malam Ramadlan, langit, bumi dan malaikat menangis karena adanya musibah yang menimpa umat Nabi Muhammad. (Sahabat) bertanya, Musibah apakah wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Berpisah dengan bulan Ramadhan, sebab pada bulan ini doa dikabulkan dan shadaqah diterima,"

Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya mengatakan: "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan karena Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu," (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Begini Cara Muslim Amerika Rayakan Idul Fitri Selama Pandemi Corona

Dai muda Nahdlatul Ulama (NU), Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus mengatakan, umat Islam sejatinya bersedih manakala Ramadhan segera pergi. Sebab, terlalu banyak kemuliaan yang didapatkan umat Nabi Muhammad SAW jika dia benar-benar memanfaatkan Ramadhan dengan melaksanakan amal ibadah baik wajib maupun sunah.

"Barangsiapa yang memperbanyak sholat akan menjadi sebab pembebasan dia dari api neraka. Barangsiapa memperbanyak sholawat kepada Rasulullah, maka Allah akan perberat timbangan amal ibadahnya di saat timbangan amal menjadi ringan karena kesombongan dan riya di hari kiamat. Dan, barangsiapa membaca satu ayat Alquran, maka sama dengan mengkhatamkan Alquran di bulan selain Ramadhan," kata Habib Ahmad kepada Okezone, Jumat (22/5/2020).

Ilustrasi

Dalam salah satu khutbahnya di akhir bulan Sya'ban, Rasulullah SAW juga bersabda:

"Adapun dua hal yang kalian akan mendapatkan ridha Tuhan kalian adalah: Pertama, kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan kedua, kalian banyak beristighfar, memohonkan ampun kepada-Nya. Sedangkan dua hal yang kalian tidak boleh luput dari keduanya adalah: kalian memohon kepada-Nya surga juga berlindung dari siksa neraka," (HR. Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya, dan Imam al-Mundziri dalam at-Targhib wat Tarhib).

Pimpinan Majelis Al-Murtadha ini menambahkan, saking besarnya rahmat Allah SWT yang diturunkan selama bulan Ramadhan, Rasulullah SAW pernah bersabda: "Seandainya umatku mengetahui tentang apa yang ada pada bulan Ramadhan, niscaya mereka berharap sepanjang tahun itu semuanya bulan Ramadhan,".

Baca juga: Sambut Lebaran, Sholat Id di Rumah & Silaturahmi via Daring

Ilustrasi

"Bagaimana tidak, napas dan detak jantung menjadi tasbih, membaca satu ayat saja mendapat pahala 30 juz Alquran, dan masih sangat banyak lagi yang lainnya," kata Habib Ahmad.

Tak hanya langit dan bumi, malaikat yang notabene makhluk Allah paling suci pun turut menangisi kepergian Ramadhan.

"Karena ini dianggap musibah. Sebab, rahmat-rahmat yang biasa didapati makhluk-makhluk Allah di bulan Ramadhan, tidak lagi akan mereka dapati seiring berakhirnya bulan suci Ramadhan," tandasnya.

Sementara, da'i muda NU lainnya, Ustadz Muhammad Nadjmi Fathoni mengatakan, sebagai umat muslim, kita wajib mengintrospeksi diri. Apakah selama Ramadhan ini kita sudah benar-benar memperbaiki amal ibadah untuk dibawa sebagai bekal pulang menghadap Allah SWT.

Jika belum maksimal memanfaatkan Ramadhan dengan mengisinya dengan amal ibadah, sudah seharusnya kita bersedih manakala Ramadhan pergi begitu saja, tanpa kita mendapat sedikitpun hikmah di dalamnya.

"Bumi, langit dan malaikan menangisi kepergian Ramadhan karena ini seperti musibah. Sebab, hanya di bulan ini doa dikabulkan dan sedekah diterima," ucap Ustadz Nadjmi kepada Okezone terpisah.

Ilustrasi

Baca juga: Sholat Idul Fitri di Rumah & Bermaafan via Medsos demi Keselamatan Bersama

Bulan Ramadhan lanjut Ustadz Nadjmi, begitu banyak kemuliaannya dan menjadi berkah bagi umat Nabi Muhammad SAW. Ketika Ramadhan pergi semua pun menangis, karena hanya di bulan Ramadhan kata dia, siksa para ahli kubur ditangguhkan.

"Setelah Ramadhan berlalu, semua kembali seperti semula. Di mana mereka (ahli kubur) yang sholeh mendapat kebaikan (nikmat), sebaliknya mereka yang selama hidup di dunia beramal buruk akan mendapat siksa," tutupnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini