nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Khutbah Sholat Id: Idul Fitri dan Kebangkitan Melawan Covid-19

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 23 Mei 2020 13:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 23 330 2218513 khutbah-sholat-id-idul-fitri-dan-kebangkitan-melawan-covid-19-w9JmOjOIpq.jpg

Pandemi Covid-19 memaksa umat manusia untuk tetap tinggal di rumah dan menghindari kerumunan guna mencegah penularan yang lebih luas. Termasuk dalam momentum Idul Fitri ini sangat disarankan untuk tidak mengikuti Sholat Id di masjid maupun lapangan, yang melibatkan orang banyak.

Sebagai gantinya umat Islam dapat melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah masing-masing. Hikmahnya kita harus belajar dan berani tampil untuk menjadi imam sholat Idul Fitri sekaligus khatib, bagi keluarga, di depan anak, istri dan mertua.

Tenang saja, berikut Okezone berikan panduan tata cara sholat Idul Fitri lengkapnya dengan contoh khutbahnya:

1. Diawali niat sholat Idul Fitri

2. Kemudian pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram baca doa iftitah, ditambahkan takbir zaaidah sebanyak tujuh kali. Di antara takbir disunahkan membaca: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar.

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar."

3. Dilanjutkan gerakan sholat seperti biasa

4. Bangun dari rakaat pertama, lanjutkan rakaat kedua, ditambahkan takbir zaaidah sebanyak lima kali.

5. Lakukan hal yang sama, di antara takbir juga disunahkan membaca Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Lanjutkan sebagaimana gerakan sholat biasa. Lalu salam, dan dilanjutkan dengan khutbah.

Khutbah Sholat Idul Fitri

Khutbah dilaksanakan dengan berdiri. Kemudian yang dilakukan di khutbah yang pertama, takbir sebanyak sembilan kali. Kemudian Memuji Allah, Salawat kepada Nabi Muhammad, Wasiat takwa, Membaca ayat suci Alquran, duduk di antara dua khutbah, sekiranya cukup membaca Surah Al Ikhlas, berdiri lagi di khutbah yang kedua dan takbir sebanyak tujuh kali. Kemudian ditambahkan dengan: Memuji Allah, Salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, Wasiat takwa, Doa.

Berikut contoh lengkap khutbah Sholat Idul Fitri

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،

مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَمَّا بَعْدُ: أَيُّهَا النَّاسُ، إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha Illa Allah, Allahu Akbar, Wa Lillahi ‘l-Hamd

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati dan dimuliakan Allah

Hari ini, kaum muslimin menunaikan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah. Di tempat ini, di rumah, lapangan, masjid dan ditempat-tempat lain di belahan bumi pada 1 Syawal setiap tahun umat Islam dalam milyaran orang mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid sebagai wujud rasa syukur kepada Allah, dan pengakuan selaku hamba terhadap ke-Esa-an Allah serta pernyataan untuk selalu taat kepada-Nya. Semua itu sebagai wujud kemenangan setelah selama satu bulan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Mudah-mudahan segala amalan ibadah kita pada bulan ramadhan mendapatkan pahala yang setimpal dari Allah Swt.

Hari Raya Idul Fitri sebagai puncak dari pelaksanaan Ibadah puasa memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban melaksanakan ibadah puasa itu sendiri, yakni la alakum tattaqun (supaya kamu menjadi orang yang bertaqwa).

Idul fitri secara bahasa berarti hari raya Kesucian atau juga berarti hari raya Kemenangan. Yakni kemenangan mendapatkan kembali mencapai kesucian, fitri yang sejati. Adapun kata ‘id dalam bahasa Arab diambil dari akar kata ‘ain-wa-da, yang memiliki banyak arti, diantaranya sesuatu yang berulang-ulang. Kata ‘id juga berarti kebiasaan dari kata ‘adah. Dan kata ‘id juga memiliki arti kembali, kembali ke asal dari kata ‘audah.

Dari pengertian yang terakhir, Idul Fitri atau kembali ke asal adalah pengertian yang sangat relevan dengan makna yang akan dicapai dalam pelaksanaan ibadah puasa. Ibadah puasa merupakan sarana penyucian diri, tentu saja apabila dijalankan dengan penuh kesungguhan dan ketulusan serta disadarinya tujuan puasa itu sendiri yakni sense of objective (memiliki rasa ketaqwaan)

Hal ini sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Saw yang berkaitan dengan asal kejadian manusia. Dikatakan dalam suatu hadits Rasulullah Saw ;“Setiap anak yang lahir adalah dalam kesucian” Penegasan yang berkenaan dengan kesucian bayi yang baru lahir juga dinyatakan dalam sebuah hadits lain yang mengatakan bahwa seorang bayi apabila meninggal, maka akan dijamin masuk surga.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha Illa Allah, Allahu Akbar, Wa Lillahi ‘l-Hamd

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati dan dimuliakan Allah

Suasana Idul Fitri 1441 H berbeda dengan suasana idul fitri sebelumnya. Walaupun sama-sama dilaksanakan sesudah berpuasa di bulan Ramadhan, tetapi tingkat kemeriahan dan ritualitas yang menyertainya berbeda. Kini tak ada lagi takbir keliling dengan suara beduk yang bertalu-talu, mudik dengan bermacet ria, salam-salaman antar anggota keluarga, kerabat dan sahabat, ziarah ke makam keluarga, halal bihalal dengan kerabat dan kawan sejawat dan sebagainya. Semuanya karena wabah Covid-19.

Dalam suasana yang penuh dengan keprihatinan ini, marilah kita bersama-sama mengambil pelajaran dari Covid-19, makluk ciptaan Allah Swt yang sekarang menjadi musuh bersama umat manusia dan belum ditemukan vaksin untuk mengobatinya. Covid-19 sejak muncul di Wuhan China akhir 2019, telah mempora porandakan pada hampir semua sektor kehidupan manusia. Sehingga, mau tidak mau, suka tidak suka kita harus menghindarinya. Jika tidak maka kita akan menjadi korban berikutnya.

Terhadap wabah Covid-19 ini, kita diperintahkan oleh Allah untuk bersabar, ikhtiar dan tawakal. Sehingga pada akhirnya menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Rasulullah SAW bersabda: "Perkara orang mukmin itu mengagumkan. Sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin; bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya, dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dansabar itu baik baginya." (HR. Bukhari Muslim).

Ikhtiar harus dilakukan dengan penuh kesungguhan. Sebab, ikhtiar akan menentukan sejauhmana perjuangan yang telah kita lakukan. Firman Allah Swt :

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS Ar Ra’du 11).

Setelah berikhtiar dengan sungguh-sungguh, kita bertawakal kepada Allah Swt.

وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“… Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal. (QS. Al Imran 59)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha Illa Allah, Allahu Akbar, Wa Lillahi ‘l-Hamd

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati dan dimuliakan Allah

Ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari wabah Covid-19 yang telah dijadikan bencana nasional ini.

Pertama, Musibah Covid-19 mendidik jiwa dan menyucikannya dari dosa dan kemaksiatan.

وَمَآأَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَن كَثِيرٍ0

"Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS asy Syura: 30)

Kedua, Manusia menjadi lebih dekat dengan Allah, sebagaimana firmanNya :

وَإِذَآ أَنْعَمْنَا عَلَى اْلإِنسَانِ أَعْرَضَ وَنَئَا بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَآءٍ عَرِيضٍ51

"Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdo'a." (QS Fushilat ; 51)

Ketiga, Merupakan indikasi bahwa Allah menghendaki kebaikan. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw : "Barang siapa yang dikehen-daki oleh Allah kebaikan maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya." (HR al Bukhari). Seorang mukmin meskipun hidupnya sarat dengan ujian dan musibah namun hati dan jiwanya tetap sehat.

Keempat, Mengikis sikap sombong, ujub dan besar kepala. Jika seorang hamba kondisinya serba baik dan tak pernah ditimpa musibah maka biasanya ia akan bertindak melampaui batas, lupa awal kejadiannya dan lupa tujuan akhir dari kehidupannya. Akan tetapi ketika ia ditimpa sakit, mengeluarkan berbagai kotoran, bau tak sedap, dahak dan terpaksa harus lapar, kesakitan bahkan mati, maka ia tak mampu memberi manfaat dan menolak bahaya dari dirinya.

Dia tak akan mampu menguasai kematian, terkadang ia ingin mengetahui sesuatu tetapi tak kuasa, ingin mengingat sesuatu namun tetap saja lupa. Tak ada yang dapat ia lakukan untuk dirinya, demikian pula orang lain tak mampu berbuat apa-apa untuk menolongnya. Maka apakah pantas baginya menyombongkan diri di hadapan Allah dan sesama manusia?

Kelima, Memperkuat harapan (raja') kepada Allah. Adanya suatu harapan merupakan hal penting dalam kehidupan manusia. Karena akan menyebabkan seorang hamba hatinya tertambat kepada Allah dengan kuat. Apalagi orang yang terkena musibah besar, maka dalam kondisi seperti ini satu-satunya yang jadi tumpuan harapan hanyalah Allah semata, sehingga ia mengadu: "Ya Allah tak ada lagi harapan untuk keluar dari bencana ini kecuali hanya kepada-Mu." Dan banyak terbukti ketika seseorang dalam keadaan kritis, ketika para dokter sudah angkat tangan namun dengan permohonan yang sungguh-sungguh kepada Allah ia dapat sembuh dan sehat kembali. Dengan sikap raja' ini tak akan bisa terwujud dengan utuh dan sempurna jika seseorang tidak dalam keadaan kritis.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha Illa Allah, Allahu Akbar, Wa Lillahi ‘l-Hamd

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati dan dimuliakan Allah.

Dalam suasana idul fitri yang penuh dengan keprihatinan ini, mari kita manfaatkan momentum lebaran ini dengan sebaik-baiknya. Yakni dengan bertekad kuat bangkit bergerak berjuang bersama melawan Covid-19 dengan penuh kesungguhan, keikhlasan dan tawakal kepada Allah Swt.

Bulan Ramadhan tahun ini bertepatan dengan terjadinya wabah Covid-19. Mari kita jadikan sebagai sarana untuk introspeksi diri (muhasabah), bertafakur, berikhtiar dan bertawakal agar wabah Covid-19 segera berlalu. Sehingga dengan Idul fitri ini yang penuh keprihatinan ini, kita betul-betul akan kembali kepada kesucian sejati, bebas dari segala macam dosa dan penyakit, sebagaimana bebasnya bayi yang baru dilahirkan dari dosa.

Akhirnya, untuk mengakhiri khutbah ini, marilah kita menyampaikan harapan berupa doa kepada Allah yang Maha Pengampun, Maha Penyayang dalam suasana Idul Fitri yang berbahagia ini.

Alhamdulillah rabbi’l-’alamin wa ‘l-aqibatu li-‘muttaqin. Rabbana dzalamna anfusana wa in lam taghfirlana wa tarhamna lanakunanna minal ‘-khasirin

Ya Allah, ya Tuhan kami, kami telah mendzalimi diri kami sendiri, dan sekiranya Engkau tidak mengampuni `kami dan menurunkan rahmat kepada kami, sungguh kami termasuk orang-orang yang merugi

Ya Allah, ya Tuhan kami, tajamkan mata batin kami, agar kami mampu melihat yang salah itu salah, dan beri kami kekuatan untuk menjauhinya. Dan tajamkan mata batin kami, agar kami mampu melihat yang benar itu benar, dan beri kami kekuatan untuk mendekati dan selalu bersamanya.

Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami petunjuk agar kami selalu bersyukur atas segala ni’matMu yang telah Engkau berikan kepada kami dan kepada ibu-bapak kami, dan supaya kami beramal saleh yang Engkau ridhai, dan masukkanlah kami, dengan rahmatMu ke dalam hamba-hambaMu yang saleh.

Ya Allah, ya Tuhan kami, lindungilah kami, keluarga kami dan bangsa kami dari kekufuran, kefakiran, kemiskinan, kebodohan, bencana alam dan wabah Covid-19 agar kami dapat beribadah dan mengabdi kepadaMu dengan sempurna.

Ya Allah ya Tuhan kami, jadikanlah para pemimpin kami pemimpin yang amanah, adil dan jujur, agar bangsa kami menjadi bangsa yang adil dan makmur dalam keridhoanMu.

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَاِفِرِيْنَ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَف اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَسُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، كُلُ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ اللهُ أَكْبَرْ اللهُ أَكْبَرْ اللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الْحَمْدُ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Oleh : Ustadz Faozan Amar

Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, Dosen Ekonomi Islam FEB UHAMKA

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini