nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Lebaran, WNI Pengusaha Katering di Amerika Banjir Pesanan

Sabtu 23 Mei 2020 13:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 23 614 2218446 jelang-lebaran-wni-pengusaha-katering-di-amerika-banjir-pesanan-YjYtpWD6Wi.jpg Lely Sunardi membuka usaha katering di Amerika Serikat. (Foto: Istimewa/VOA)

BANYAK warga negara Indonesia yang menjalankan ibadah bulan suci Ramadhan dan nantinya merayakan Idul Fitri di Amerika Serikat. Namun pada tahun ini, mereka melakukan aktivitas tidak seperti biasanya, dampak mewabahnya corona virus disease (covid-19).

Ketika masyarakat menjalani aturan pembatasan jarak sosial pada masa pandemi covid-19, banyak dari mereka lebih menyukai memesan makanan daripada pergi berbelanja bahan makanan di pasar swalayan atau pergi ke restoran.

Kebutuhan memesan makanan dapat dipenuhi antara lain karena ada saja WNI di Amerika yang mempunyai bisnis katering.

Usaha katering sejumlah WNI di Negara Bagian Maryland, misalnya, tampaknya berkembang baik. Mereka mendapat banyak pesanan, setidaknya dari sesama warga Indonesia.

Di wilayah Maryland yang berdekatan dengan ibu kota Washington DC, misalnya, lebih dari 10 WNI menjadi pelaku usaha katering. Hidangan yang mereka tawarkan beragam, mulai sate ayam, rendang, sayur asem, sampai makanan rumahan lainnya seperti tempe mendoan, buntil, dan pecel.

Lely Sunardi, salah satu pengusaha katering itu, mengatakan elama masa penerapan pembatasan jarak sosial menerima pesanan dua kali dalam seminggu, yakni setiap Rabu dan Sabtu. Bukan hanya menawarkan menu untuk makanan sehari-hari, ia juga menerima pesanan paket hidangan Lebaran.

"Untuk hidangan Lebaran yaitu lontong sayur. Rindu kampung halanam akan terobati, karena Lely’s Kitchen akan membantu ala kadarnya. Paket Lebaran ini minimum untuk dua orang dengan harga USD50 dolar yang terdiri dari kupat, lontong sayur, sambel goreng kentang, rendang, kerupuk, dan sambal. Kami bisa mengantarkannya ke rumah," ungkapnya, seperti dikutip dari VOA.

Bagaimana dengan camilan untuk berbuka puasa? Lely Sunardi juga trampil membuat kue-kue basah atau jajanan pasar yang biasa disajikan saat berbuka puasa. Sebut saja cenil, klepon, atau aneka bubur manis seperti biji salak, ketan hitam dan bubur sumsum.

Pada masa pandemi corona ini, silaturahmi ketika Lebaran mungkin saja akan berbeda karena adanya pembatasan. Acara saling berkunjung dan menjamu tamu mungkin tidak seperti biasanya. Namun, ini bukan berarti tidak ada kue-kue kering untuk sajian Idul Fitri.

Sementara Agnes Zigmund, WNI yang menjual aneka kue kering, lapis legit, dan lapis surabaya, mengatakan telah mengelola bisnis kuenya sejak 2010 dengan nama "Z Kitchen". Bukan hanya dari pelanggan di Amerika, ia juga bahkan menerima pesanan sampai di Kanada.

"Kami spesialisasi kue kering dan cake. Pada masa Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, kami juga melayani terutama untuk warga Indonesia. Tentu saja bagi yang ingin membeli di luar negara bagian, kami bisa mengirimkannya," tutur penduduk Kota Philladelphia, Pennsylvania, ini.

Agnes yang rajin mengikuti bazar dan festival Indonesia menyatakan kue yang paling disukai oleh pelanggannya adalah nastar, putri salju, kastengel, serta lapis legit.

Seorang WNI bernama Julia Clifford merasa terbantu dengan adanya usaha katering warga Indonesia ini.

"Ya saya sering memesan masakan dan kue-kue dari sesama warga Indonesia. Bisa dibilang hampir tiap minggu ya. Daripada masak sendiri, selain tidak punya waktu dan suka malas juga. Mereka yang terima pesanan itu sangat membantu kami yang suka rindu makanan Indonesia," tuturnya.

Pembatasan seperti menjaga jarak sosial bisa jadi masih diberlakukan ketika Lebaran tiba. Tetapi ini tentunya tidak akan membatasi kebahagiaan umat Islam dalam menyambut Idul Fitri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini