Habib Luthfi Zakat 230 Ton Beras untuk Fakir Miskin

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 26 Mei 2020 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 26 614 2219545 habib-luthfi-zakat-230-ton-beras-untuk-fakir-miskin-MEoazTfuHQ.jpg Habib Luthfi bin Yahya. (Foto: Istimewa)

RAIS Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman), Habib Luthfi bin Yahya, pada malam Idul Fitri 1441 Hijriah lalu menyerahkan zakat fitrah berupa beras sebanyak 230 ton.

Habib Luthfi menyerahkan zakat dengan jumlah banyak tersebut sebagai bentuk syukurnya kepada Allah Subahanahu wa ta'ala, serta membentuk rasa kemanusiaan menolong sesama di tengah pandemi virus corona (covid-19).

"Saya berzakat ini semata-mata untuk memperkuat komitmen kebangsaan di tengah pandemi covid-19. Kebangsaan kita jangan sampai goyah meski virus corona menerpa masyarakat kita, Indonesia harus kuat," ujar Habib Luthfi, dikutip dari iNews.id, Selasa (26/5/2020).

Selain itu, ada alasan lain jumlah zakat fitrah Habib Luthfi tahun ini naik 40 ton dari sebelumnya sebanyak 190 ton. Kala itu ia pernah bernazar jika diberi kedudukan atau jabatan tinggi maka Ketua Ulama Sufi Dunia ini akan memberikan zakat dengan jumlah banyak.

Tepatnya pada 1965, Habib Luthfi sedang mondok di Bendokerep Cirebon, Jawa Barat. Ia melaksanakan selalu puasa dahr, yakni puasa terus-menerus dan hanya berhenti pada hari-hari yang diharamkan.

"Setiap hari saya hanya buka dan sahur dengan mentimun godog. Beberapa tahun kemudian dengan ketela pohon tiga ruas jari untuk buka dan sahur," katanya.

Kemudian pada suatu malam Habib Luthfi mendengar suara tangis bayi yang tidak berhenti. Seketika ia pun mencari sumber suara tersebut, dan akhirnya Habib Luthfi menemukannya.

Ternyata suara tangis itu berasal dari gubug kecil, dihuni oleh janda beserta anaknya yang baru saja ditinggal suaminya.

Lalu Habib Lutfhi bertanya kepada janda tersebut, mengapa bayinya menangis begitu pilu? Kemudian janda itu mengatakan bahwa anaknya menangis karena sedang sakit.

Tapi Habib Luthfi tidak percaya, karena merasa ada yang ganjal dengan tangisannya. "Ternyata anak itu kelaparan, belum makan sejak pagi," terangnya.

Habib Lufhti pun segera bergegas kembali ke pondok untuk mengambil makanan, yaitu ketela yang disimpannya untuk persiapan puasa dahr. Setelah itu, ia pergi lagi ke gubung tadi untuk memberikan makanan yang dimilikinya.

Benar saja, ketika Habib Luthfi memberikan ketela anak itu langsung memakannya dengan lahap. Sejak itu Habib Luthfi menangis dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, jika dirinya diberikan pangkat dan kedudukan tinggi ketika di dunia maka ia akan memberikan sedekah sebanyak-banyaknya kepada orang-orang yang membutuhkan.

"Alhamdulillah, doa saya dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Setiap malam hari raya saya mengantarkan sendiri beras zakat kepada mereka (yang membutuhkan), bahkan sering saya ikut memanggul sendiri," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini