DMI: Pengurus Masjid Harus Di-Briefing Sebelum Gelar Sholat Berjamaah

Hantoro, Jurnalis · Minggu 31 Mei 2020 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 31 614 2222329 dmi-pengurus-masjid-harus-di-briefing-sebelum-gelar-sholat-berjamaah-utU0XSs0iL.jpg Ilustrasi Masjid Istiqlal. (Foto: Dok Okezone/Dede Kurniawan)

KEMENTERIAN Agama baru saja mengeluarkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi.

Surat edaran tersebut di antaranya berisi cara mendapatkan Surat Keterangan Rumah Ibadah Aman Covid. Kemudian tugas pengurus rumah ibadah atau masjid ketika diperbolehkan lagi menyelenggarakan ibadah secara berjamaah.

Selanjutnya mengatur kewajiban masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di masjid. Terakhir, menjelaskan aturan jika masjid digunakan untuk kegiatan sosial keagamaan, seperti akad nikah.

Terkait surat edaran tersebut, Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH Masdar Farid Mas'udi menyatakan ini merupakan langkah yang baik dan perlu dilakukan menjelang penerapan kenormalan baru (new normal). 

 

Namun, jelas dia, semua pengurus masjid haruslah mendapat pengarahan lengkap dari pihak-pihak terkait sebelum kembali menyelenggarakan ibadah secara berjamaah.

"Untuk kemaslahatan segenap jamaah, pengurus masjid perlu di-briefing oleh pihak Dinas Kesehatan, berkoordinasi dengan takmir (pengelola/pengurus) masjid," ungkap KH Masdar ketika dikonfirmasi Okezone, Minggu (31/5/2020).

Ia menegaskan bahwa pengarahan sebaiknya meliputi tata cara sholat berjamaah di tengah pandemi virus corona hingga pemberian pengetahuan tentang pencegahan penularannya.

"Bahkan lebih baik lagi sebelum ketentuan itu dilaksanakan, takmir masjid perlu di-briefing atau diberi penjelasan, baik yang bersifat wawasan maupun teknis, biar tepat sasaran," paparnya. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Adapun tugas dan kewajiban pengurus rumah ibadah atau masjid yang dijelaskan dalam Surat Edaran Menag Nomor 15 Tahun 2020 adalah:

a. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah;

b. Melakukan pembersihan dan desinfeksi secara berkala di area rumah ibadah;

c. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk rumah ibadah guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;

d. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar rumah ibadah; 

Jamaah dicek suhu tubuhnya sebelum memasuki Masjid Agung Pekalongan untuk menunaikan sholat Jumat, Jumat (29/5/2020). (Foto : iNews/Suryono Sukarno)

e. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna rumah ibadah. Jika ditemukan pengguna rumah ibadah dengan suhu > 37,5°C (dua kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area rumah ibadah;

f. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak 1 meter;

g. Melakukan pengaturan jumlah jamaah/pengguna rumah ibadah yang berkumpul dalam waktu bersamaan untuk memudahkan pembatasan jaga jarak;

h. Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah;

i. Memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah pada tempat-tempat yang mudah terlihat;

j. Membuat surat pernyataan kesiapan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan;

k. Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus bagi jamaah tamu yang datang dari luar lingkungan rumah ibadah. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya