PARA pemimpin muslim mendesak pemerintah mengeluarkan pedoman jelas tentang beribadah demi melindungi keselamatan jamaah di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Mereka juga menyerukan agar masjid tetap ditutup meski pemerintah mengatakan tempat-tempat ibadah dapat dibuka untuk sholat.
Perdana Menteri Boris Johnson diharapkan segera mengumumkan pedoman beribadah sejak pelonggaran pembatasan tempat ibadahdiberlakukan. Peribadatan secara terbatas kemungkinan mulai diizinkan pada 15 Juni, tetapi kegiatan pernikahan dan kegiatan berkelompok lainnya akan dibatasi hingga setidaknya hingga 4 Juli.
Ketua Dewan Penasihat Nasional Masjid dan Imam (MINAB), Imam Qari Asim mengatakan bahwa memberi izin beribadah di masjid yang bersifat jamaah sangat berisiko. Ia mengimbau agar masjid tidak dibuka sementara hingga situasi benar-benar aman untuk melakukan sholat berjamaah.
Baca juga: Muslim Amerika Beri Makan Ribuan Keluarga Terdampak Covid-19
"Perbedaan mendasar antara masjid dan beberapa tempat ibadah lainnya adalah bahwa masjid paling utama digunakan untuk sholat berjamaah," katanya.
"Sholat secara individu dapat dilakukan di mana saja, terutama di rumah. Dengan demikian, membuka masjid pada 15 Juni akan menyebabkan lebih banyak tantangan bagi masjid dan imam karena harapan dari masyarakat adalah untuk melanjutkan ibadah kolektif,"
Dewan Muslim Inggris (MCB) juga menyatakan keprihatinan atas kelangsungan hidup dan keamanan beribadah di tempat-tempat ibadah, termasuk masjid.
Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Hancurkan 72 Berhala Raja Namrud
"Masjid disediakan terutama untuk ibadah jamaah, sehingga saat ini ada ketidakpastian dan keprihatinan yang signifikan dari para pemimpin masjid tentang bagaimana peraturan baru dapat benar-benar diterapkan," ucap Sekretaris Jenderal MCB, Harun Khan.