Kisah Bilal bin Rabah, Disiksa Bertubi-tubi tapi Kokoh pada Kalimat Ini

Salman Mardira, Jurnalis · Selasa 09 Juni 2020 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 614 2226929 kisah-bilal-bin-rabah-disiksa-bertubi-tubi-tapi-kokoh-pada-kalimat-ini-YXUkte0sPE.jpg Pemeran Bilal bin Rabah dalam film Omar bin Khattab (Istimewa)

BILAL bin Rabah, seorang sahabat setia Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan ketakwaannya kepada Allah SWT. Beliau termasuk dalam jajaran generasi awal menganut Islam di Makkah dan dijamin masuk surga oleh Rasulullah. Sang muazin pertama umat Islam ini memiliki suara merdu dan lantang.

Bilal bin Rabah menjadi inspirasi bagi Muslimin karena keteguhan imannya kepada Allah tak ada tawar menawar. Berbagai siksaan menimpanya saat mula-mula mendeklarasikan dirinya sebagai penganut Islam, tapi dia tak pernah mengubah keyakinannya kepada Allah dan Muhammad sebagai rasulnya.

Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah dalam serial kajian Kisah Sahabat Nabi melalui akun Youtube resminya menuturkan sosok Bilal salah satu simbol ketatan dalam Islam.

ilustrasi

Dikisahkan bahwa Bilal adalah budak berkulit hitam. Sebelum masuk Islam, Bilal memang dikenal sebagai budik yang kuat, amanah dan berakhlak mulia sehingga banyak yang ingin membelinya.

Beberapa kali dia berganti majikan, hingga terakhir dibeli oleh Umayyah bin Khalaf, pembesar Quraisy juga salah satu orang terkaya di Makkah kala itu.

Baca juga: Jamaah dan Takmir Kena Corona, 71 Masjid Ditutup

Pada masa jahiliyah, Makkah digambarkan penuh dengan kezaliman. Marak perzinahan, penganiayaan, penyiksaan hingga rasisme sangat kuat.

Budak seperti Bilal bisa disiksa setiap waktu. Darah budak dianggap halal. Bilal muak dengan keadaan sekitarnya dan heran melihat orang-orang menyembah berhala.

Hingga suatu hari, Bilal mendatangi Darul Arkam, tempat Nabi Muhammad menyampaikan risalah ke pengikutnya saat awal Islam di Makkah. Sekali mendengar dakwah Rasulullah, Bilal langsung tersentuh dan meyakini apa disampaikan Muhammad adalah kebenarannya. Di antaranya tak ada Tuhan selain Allah, tidak boleh berzina, mencuri, membunuh, dan tak ada perbedaan orang Arab dengan orang ajam (selain Arab) dalam Islam kecuali ketaqwaan. Bilal pun bersyahadat.

Khalid Basalamah mengatakan, saat itu Rasulullah membolehkan orang-orang menyembunyikan Islamnya jika takut disiksa oleh Quraisy, tapi Bilal justru terang-terangan mengakui kepada majikannya Umayyah bahwa sudah menganut agama Muhammad.

Umayyah mendadak murka dan menyiksa tanpa ampun Bilal. Umayyah mengajak Abu Jahal dan tokoh Quraisy lain ikut menganiaya Bilal.

“Spontan pada saat itu dipukulin dicabut bajunya sampai berdarah-darah, Umayyah pun memanggil teman-temannya semua, ayo kita ramai-ramai siksa budak saya yang sudah ikut-ikutan masuk Islam, maka mereka pun ramai-ramai menyiksanya,” tutur Khalid Basalamah.

Umayyah terus meminta Bilal meninggalkan Islam dan kembali ke agama moyang; menyembah berhala. Tapi, Bilal tetap kokoh dengan keyakinannya.

“Ahadun Ahad (Allah Maha Esa),” kata Bilal. Riwayat lain menyebutkan Bilal berkata “Ahad” saja atau menegeskan Tuhan hanya satu yakni Allah di tengah penyiksaan bertubi-tubi.

Umayyah lalu berkaya, “wahai Bilal, hentikan ucapanmu, kembali ke Tuhanku maka aku akan melepasmu.”

Tapi, Bilal tak menuruti meski disiksa bertubi-tubi hingga Umayyah kelelahan. Umayyah menyuruh warga lain mengikat pergelangan tangan dan kaki Bilal dengan rantai lalu menariknya dari empat sisi. Bilal juga diikat lehernya lalu diseret di padang pasir yang panas.

Umayyah juga memerintahkan memanaskan batu besar lalu meletakkan ke tubuh Bilal yang sudah penuh luka, tapi siksaan itu juga tak membuat Bilal tunduk pada majikannya.

Akhirnya datang Abu Bakar As Siddiq meredam Umayyah. Abu Bakar menebus Bilal lalu memerdekakannya dari budak.

Pada saat Rasulullah dan para sahabatnya hijrah ke Madinah, Bilal pernah ditanyakan oleh Umar bin Khattab, “kenapa kamu memilih kalimat Ahad, Ahad saat disiksa Umayyah, kenapa tidak kalimat lain misalnya Allah?”

Bilal menjawab, “karena saya tahu kalimat itu yang paling membuat mereka benci, justru saya ucapkan, saya merasakan, biar mereka tahu ini keyakinan saya.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini