Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sosialisasi Pencegahan Covid-19 Melalui Lisan Para Ulama

Muhamad Rizky , Jurnalis-Selasa, 09 Juni 2020 |15:23 WIB
Sosialisasi Pencegahan Covid-19 Melalui Lisan Para Ulama
BNPB dan MUI teken MoU kerjasama penanganan Covid-19 (Foto: website MUI)
A
A
A

DALAM upaya menanggulangi wabah virus corona (Covid-19), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kerjasama ini tertuang dalam penandatangan nota kesepahaman atau MoU yang berlangsung di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin 8 Mei

Nota kesepamahaman ini ditandangani langsung Kepala BNPB, Letnan Jenderal Doni Monardo bersama Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyiddin Junaidi.

Menurut Doni Monardo, MoU ini sangat penting untuk menghadapi Covid-19, apalagi saat ini sudah memasuki era new normal. “MoU ini sangat penting bagi kita sebagai bangsa Indonesia untuk menghadapi Covid-19 ini,” tutur dia di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin, 8 Juni 2020.

Baca juga: Abdullah Dzul Bijadain, Sahabat yang Diridhoi hingga Digalikan Kuburnya oleh Rasulullah

Kepala BNPB sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo mengungkapkan, bentuk kerjasama yang sangat diharapkan dari para ulama ialah bagaimana MUI melalui para ustadz, dai di berbagai daerah bisa menyampaikan pesan tentang pentingnya protokol kesehatan.

“Supaya masyarakat kita tahu bahwa mengabaikan protokol kesehatan berisiko pada ancaman kesehatan,” ujar Doni, mengutip laman mui.or.id.

Doni Monardo

Untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 kata dia, masyarakat perlu memperbaiki perilaku agar lebih taat kepada aturan dan lebih patuh kepada protokol kesehatan. Oleh karenanya, untuk menghadapi Covid-19 dia menekankan pentingnya selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Ketiga bagian penting inilah yang harus kita lakukan selama Covid ini masih ada, selama wabah ini masih menjadi ancaman,” ujar Doni.

Baca juga: Viral Video Muslimin Peserta Aksi George Floyd Dilindungi ketika Sholat

Dengan kerjasama dengan MUI Doni berharap para ulama bisa menyampaikan pentingnya protokol kesehatan itu setiap saat, baik di lingkungan pendidikan formal maupun di pendidikan non formal seperti pesantren.

“Sehingga masyarakat kita yang mayoritas Islam ini betul-betul bisa memahami karena yang menyampaikannya adalah ulama,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI, KH. Muhyiddin Junaidi mengungkapkan, MUI merasa terhormat telah diberi kepercayaan oleh BNPB untuk membantu memutus mata rantai penularan Covid-19 di Indonesia.

MUI kata dia, berkewajiban menyiapkan materi khutbah, ceramah dan juga tausyiah kepada masyarakat apabila dalam kondisi musibah harus memperbanyak bersabar dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata'ala

Dirinya berharap para ulama nantinya lebih disiplin lagi seperti halnya tentara dalam menghadapi pandemi tersebut.

“Mudah-mudahan disiplin tentara ini dapat ditularkan kepada alim ulama. Dan kalau dua-duanya dilakukan Insya Allah upaya kita bisa memberantas Covid-19 dan terputus mata rantainya,” ujar Kiai Muhyiddin.

Senada, Sekretaris Satgas Covid-19 MUI, KH. Cholil Nafis, menjelaskan penandatanganan MoU antara MUI dan BNPB ini bertujuan mempererat hubungan untuk penanggulangan bencana. Kerjasama ini nantinya akan memprioritaskan penanggulangan pandemi Covid-19.

“Harapannya, para dai menjadi pahlawan kemanusiaan untuk menyelamatkan umat dari bencana, memberi pelajaran dan kesadaran umat untuk mematuhi protokol kesehatan,” ujar Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI ini.

(Rizka Diputra)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement