3. Menyebut nama Allah Subhanahu wa ta'ala
Berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan menyebutkan nama dan sifat Allah Ta’ala, misalnya yaa Rahmaan, yaa Rahiim, yaa Allah, dan sebagainya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ
Artinya: "Hanya milik Allah asmaa-ul husna. Maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya." (QS Al A'raf (7): 180).
4. Waktu mustajab
Mencari waktu-waktu mustajab terkabulnya doa. Yang dituntut dari seorang Muslim adalah berdoa secara terus-menerus di waktu kapan pun. Akan tetapi, seorang Muslim juga hendaknya memerhatikan waktu-waktu khusus yang lebih besar kemungkinan untuk dikabulkan.
Misalnya, ketika bersujud, atau di akhir malam, atau di bulan Ramadhan, lebih khusus lagi di sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Ini adalah waktu-waktu istimewa, sehingga hendaknya setiap Muslimin lebih banyak berdoa pada waktu-waktu tersebut dibandingkan lainnya.
(Hantoro)