58 Jamaah Ajukan Pengembalian Setoran Pelunasan Berasal dari 14 Provinsi

Rabu 10 Juni 2020 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 614 2227659 58-jamaah-ajukan-pengembalian-setoran-pelunasan-berasal-dari-14-provinsi-gjYiVlR1nJ.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

PEMERINTAH telah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji Indonesia tahun ini. Pembatalan ini diumumkan Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi ppada 2 Juni 2020.

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin mengatakan pascasepekan diumumkan, terdapat 58 jamaah reguler yang mengajukan pengembalian setoran pelunasan biaya hajinya.

"Sepekan pembatalan keberangkatan, ada 58 jamaah haji reguler yang mengajukan pengembalian setoran pelunasan," terang Muhajirin, dikutip dari laman Kemenag, Rabu (10/6/2020).

"Jumlah ini yang akan kami proses dan ajukan ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk ditindaklanjuti sesuai alur yang sudah ditetapkan," imbuhnya.

Baca juga: 1.217 Calon Jamaah Haji Asal Sragen Batal ke Tanah Suci

Dia menjelaskan, Keputusan Menteri Agama Nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H /2020M memberikan pilihan kepada jamaah untuk mengambil kembali setoran pelunasannya.

Ilustrasi

Jamaah haji reguler dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) secara tertulis kepada Kepala Kankemenag Kab/Kota) dengan menyertakan: bukti asli setoran lunas Bipih yang dikeluarkan Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih, fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jamaah haji (perlihatkan aslinya), fotokopi KTP (perlihatkan aslinya) dan mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Pengajuan tersebut akan diproses di Kankemenag Kab/Kota, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, BPKH, baru proses transfer oleh Bank Penerima Setoran ke rekening jemaah.

"Seluruh tahapan ini diperkirakan berlangsung sembilan hari: dua hari di Kankemenag Kab/Kota; tiga hari di Ditjen PHU; dua hari di BPKH; dan, dua hari proses transfer dari BPS ke rekening jamaah,” jelas Muhajirin.

Sementara, Kasubdit Pendaftaran Haji, Ahmad Khanif menambahkan, 58 jamaah haji reguler yang mengajukan pengembalian setoran pelunasan berasal dari 14 provinsi, yaitu: Sumatera Utara (6 jemaah), Riau (6), Bengkulu (2), Lampung (2), DKI Jakarta (1), Jawa Barat (4), Jawa Tengah (6), DI Yogyakarta (5), Jawa Timur (15), NTB (1), Kalimantan Tengah (2), Sulawesi Utara (1), Sulawesi Tenggara (1), dan Kepulauan Riau (6).

Para jamaah tersebut mendaftar melalui enam BPS, yaitu: Bank Riau (5), Bank Muamalat Indonesia (5), BNI Syariah (4), BRI Syariah (10), Bank Syariah Mandiri (33), dan Bank Mega Syariah (1).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini