Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2 Amalan untuk Membersihkan Hati yang Berkarat

2 Amalan untuk Membersihkan Hati yang Berkarat
Ilustrasi membaca kitab Suci Alquran. (Foto: Freepik)
A
A
A

DI dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika baik, maka akan baik pula seluruh bagian tubuhnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruhnya. Ketahuilah bahwa ia adalah hati. Apabila hati kita baik atau bersih, maka baik pula iman dan amalnya.

Mengutip dari Sindonews, Rabu (10/6/2020), dalam satu hadis, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam pernah berkata bahwa hati manusia dapat berkarat sebagaimana berkaratnya besi.

عَنِ ابن عُمَرَ رَضَيِ اللٌهُ عَنهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَيِ عَلَيهِ وَسَلٌمَ اِنٌ هذِهِ القُلُوبَ تَصدَأ الحَدِيدُ اِذَا أصَابَهُ المَاءُ، قِيلَ يَارَسُولَ اللٌهِ وَمَا جِلآوُهَا ؟ قَالَ كَثُرَةُ ذِكرِ الَموتِ وَتلآوَةُ القُرانِ. (رواه البيهقي في شعب الإيمان)

Dari Abdullah bin Umar Radhiallahu anhuma berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya hati ini dapat berkarat sebagaimana berkaratnya besi bila terkena air."

Beliau ditanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana cara membersihkannya?"

Rasulullah bersabda, "Memperbanyak mengingat maut dan membaca Alquran." (HR Al-Baihaqi)

Dalam Kitab Fadhail Quran karya Syeikh Maulana Zakariyya Al Kandahlawy dijelaskan penyebab hati berkarat adalah banyaknya dosa dan lalai dari zikrullah. Dengan memperbanyak membaca Alquran dan mengingat maut, hati akan menjadi bersinar kembali.

Hati itu bagaikan cermin, semakin kotor cermin itu maka semakin redup sinar makrifat yang dipantulkannya. Sebaliknya, semakin bersih cermin tersebut, semakin terang pantulan sinar makrifatnya. Maka itu, barang siapa terperosok ke dalam godaan nafsu maksiat dan tipu daya setan, maka ia jauh dari makrifatullah.

Guna membersihkan hati yang kotor, para ulama suluk (tasawuf) menganjurkan agar melakukan mujahadah dalam riyadhah, zikrullah, dan beribadah. Disebutkan dalam beberapa hadis, apabila seseorang hamba berbuat dosa, maka muncullah satu titik hitam di hatinya. Jika ia sungguh-sungguh bertaubat, maka akan muncul titik hitam lainnya, dan demikianlah seterusnya.

Jika dosa yang dilakukannya begitu banyak, maka hati akan menjadi hitam sehingga hilanglah keinginan untuk beramal salih. Bahkan hati selalu condong ke arah kejahatan.

Alquran telah menyebutkan tentang hal ini dalam ayat:

"Sekali-kali tidak, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka". (QS Al Muthaffifin (83): 14)

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Aku tinggalkan kepada kalian dua nasihat, yang satu berbicara, dan yang lain diam. Yang berbicara adalah Alquran dan yang diam adalah mengingat maut."

Nasihat-nasihat tersebut akan bernilai bagi mereka yang siap menerima dan menganggapnya penting. Sedangkan bagi orang yang menilai bahwa agama tidak berharga dan hanya menghalangi kemajuan, tentu tidak akan memedulikan nasihat itu, apalagi mengamalkannya.

Imam Hasan Al Bashri berkata:

"Orang-orang dahulu memahami Alquran itu sebagai firman Allah. Sepanjang malam mereka sibuk bertafakur dan bertadabur terhadap Alquran (memikirkan isi kandungan Alquran), dan sepanjang harinya mereka sibuk mengamalkannya. Sedangkan kalian hanya memperlihatkan huruf, fathah, dan dhamahnya, tanpa menganggapnya sebagai firman Allah, sehingga tidak pernah mentafakuri dan mentadaburinya."

Semoga setiap Muslimin diberi taufik agar dapat mengamalkan Alquran dan senantiasa mengingat kematian.

Wallahu Ta'ala A'lam

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement