Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjuangan Mardiana, Guru Ngaji di Kampung Pemulung

Rizka Diputra , Jurnalis-Kamis, 11 Juni 2020 |21:03 WIB
Perjuangan Mardiana, Guru Ngaji di Kampung Pemulung
Mardiana, seorang guru ngaji di pampung pemulung (Foto: PPPA Daarul Qur'an)
A
A
A

PERWAKILAN PPPA Daarul Qur’an Makassar belum lama ini mengunjungi salah satu lokasi penyaluran sembako bagi masyarakat terdampak krisis Covid-19 beberapa waktu lalu. Saat itu, sembako disalurkan ke perkampungan yang mayoritas warganya berprofesi sebagai pemulung.

Lantaran hampir seluruh warga melakoni pekerjaan sebagai pemulung, maka wilayah tersebut pun disebut sebagai kampung pemulung. Terlihat dari rumah-rumah yang kebanyakan semi permanen dengan juntaian kayu dan seng di bagian atapnya.

Memang kebanyakan kampung pemulung menggunakan rumah bedeng seperti itu karena tanah yang ditempati bukanlah tanah pribadi, melainkan dalam kepemilikan orang lain. Namun, dari beberapa rumah di kampung itu, uniknya ada satu rumah yang terlihat sangat kumuh namun digunakan sebagai tempat mengaji. Rumah tersebut adalah milik Mardiana, seorang guru ngaji yang juga bekerja sebagai pemulung.

Dengan dibantu suaminya, Mardiana menyediakan fasilitas mengaji ala kadarnya sekaligus menjadi guru ngaji sukarela untuk anak-anak di sana.

Baca juga: 3 Ibadah yang Sangat Dicintai Allah Ta'ala

Anaknya yang seorang mahasiswa juga membantu Mardiana dan suami untuk mengajar Alquran. Meski dengan berbagai keterbatasan, mereka tetap ikhlas dan semangat untuk terus mendakwahkan kalamullah.

Ilustrasi

Ruangan kecil di salah satu sudut rumahnya pun disulap menjadi tempat mengaji untuk anak-anak di kampung pemulung tersebut. Peluh dan lelah setelah bergelut dengan barang-barang bekas seakan hilang setelah bertemu dan mengaji bersama mereka.

Bagi Mardiana dan keluarganya, dedikasinya menjadi guru ngaji adalah aset akhirat. Sehingga mereka percaya jika Allah belum memberikan balasan atas kebaikannya di dunia, maka di akhiratlah tempat terindah untuk menuai pahala tersebut.

Dalam pandangan Mardiana pun, berdakwah tidak melulu harus mewah. Buktinya, di antara berbagai kekurangan yang mereka miliki namun tetap dapat berbagi ilmu dan pengetahuan agama.

Baca juga: Gerhana Matahari Bakal Melanda Makkah

Mengapreasi perjuangan dakwah Mardiana dan keluarganya, PPPA Daarul Qur'an Makassar memberikan bantuan berupa paket bingkisan, amanah dari para donatur.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement