Ini 3 Ujian Membangun Ukhuwah Umat Islam Indonesia

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 614 2228751 ini-3-ujian-membangun-ukhuwah-umat-islam-indonesia-hpD53tFz6H.jpg Ketum PP Muhammadiyah KH Haedar Nashir (Okezone.com/Arif)

JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Haedar Nashir mengatakan, umat Islam sering jatuh bangun mewujudkan ukhuwah, padahal ukhawah salah satu yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam Alquran.

Menurut Haedar, ada tiga hal yang seringkali menjadi ujian bagi ukhuwah umat Islam Indonesia. Pertama kekuasaan, kedua paham politik keagamaan, dan ketiga faktor luar yang tidak terlihat dan sengaja membenturkan umat Islam.

“Kita mudah beretorika soal ukhuwah tetapi ketika berhubungan dengan kue kekuasaan, kita lupa lagi siapa saudara kita. Apa yang sudah di tangan susah lepas. Maka pandai-pandailah saat kita punya kekuasaan dan berebut karena di situ ujian ukhuwah kita,” kata Haeda seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Jumat (12/6/2020).

Ujian kedua bagi ukhuwah berkaitan dengan paham keagamaan yang berkaitan dengan politik keagamaan. Kelompok yang kecil memiliki militansi besar, sedangkan kelompok yang besar cenderung punya ego dan fanatisme yang tinggi. Umat Islam harus belajar untuk menekan ego dan membiasakan diri berdialog.

Baca juga: Sholat Jumat, Jangan Lupa Baca Doa Masuk dan Keluar Masjid

Untuk menghadapi ujian ukhuwah ketiga yaitu permainan pihak di luar umat yang tidak terlihat, bagi Haedar membutuhkan kejelian dan kewaspadaan umat.

Termasuk dalam konteks kebangsaan adalah kritis terhadap isu-isu besar yang menyangkut hajat orang banyak seperti RUU Omnibus Law hingga RUU Halauan Ideologi Pancasila.

“Bisakah sesama umat Islam menentukan satu titik pandang yang sama tanpa masuk dalam urusan kepentingan. Ini ujian ukhuwah. Sikap ketulusan yang otentik dibutuhkan. Perlu kemurnian dan kebersihan hati. Dengan ikhlas, kita tidak pernah merasa kehilangan apapun sehingga ukhuwah akan terwujud. Apa pentingnya kekuasaan jika diperoleh di atas retaknya hati umat. Berkah hilang. Harus ada yang berani kita korbankan untuk kepentingan orang lain,” ungkapnya.

“Kritik harus lugas, elegan, argumentatif bukan karena suka-tidak suka dan jangan membeo terus, kita harus meluruskan juga jika ada arah (kebijakan) yang tidak pas karena umat Islam memberi saham terbesar untuk negeri ini. Bagaimana mewujudkan sila ke-3, para elit politik kita ajak mewujudkan persatuan dengan tindakan, bukan dengan retorika dan simbol. Di saat seperti ini persatuan diuji,” imbuhnya.

Terakhir, dalam masa pandemi Haedar berpesan agar umat Islam mewujudkan Islam Rahmatan lil ‘Alamin dengan cara memberi solusi, minimal patuh pada protokol kesehatan, bukan malah menjadi beban dengan melanggarnya

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya