Dampak Covid-19, Umat Muslim Prancis Diminta Tunda Keberangkatan Haji

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Sabtu 13 Juni 2020 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 13 615 2229373 dampak-covid-19-umat-muslim-prancis-diminta-tunda-keberangkatan-haji-ePOi1EQ5u2.jpg

Kepala Dewan Keagamaan Islam (CFCM) Perancis, Mohamed Moussaoui, menyarankan umat Islam di Prancis untuk menunda keberangkatan haji mereka sampai tahun depan.

Hal ini diungkapkan pada konferensi virtual yang dilaksanakan Rabu lalu. Tahun ini, seharusnya ibadah haji akan berlangsung antara pekan terakhir bulan Juli dan pekan pertama bulan Agustus 2020.

Sebagaimana diketahui merebaknya pandemi coronavirus (Covid-19), CFCM meminta mereka yang ingin melakukan ibadah haji untuk bersikap waspada. Lebih lanjut, mereka juga menyarankan untuk tidak melibatkan agen yang membutuhkan setoran. Lebih lanjut, disebutkan bahwa, dalam konteks saat ini, mengambil asuransi tidak akan berpengaruh jika terjadi pembatalan.

(Baca Juga : 6 Orang yang Doanya Selalu Diterima Allah Ta'ala)

Mengingat semua hal yang tidak diketahui mengenai pembukaan perbatasan internasional (tanggal, karantina, dan lain-lain), CFCM sangat merekomendasikan agar umat Islam di Prancis menunda keberangkatan haji hingga tahun depan. CFCM meminta penyelenggara perjalanan haji untuk tidak melangsungkan perjalanan tahun ini.

"Hal ini untuk menjaga keselamatan para calon jamaah haji, terlebih banyak dari mereka yang sudah tua dan karenanya lebih rentan untuk terinfeksi Covid-19", ujar Mohamed Moussaoui, seperti dilansir Arabnews, Jumat (12/06).

(Baca Juga: Selain Indonesia, Ini Negara-Negara yang Batal Berangkatkan Jamaah Haji 2020)


Meskipun terdapat penurunan jumlah infeksi Covid-19 di wilayah tertentu di dunia, tidak ada pihak medis yang dapat meyakinkan para calon Jemaah haji ini tentang risiko yang akan mereka hadapi selama perjalanan ke tempat-tempat suci tersebut.

(Baca Juga : Beriman kepada Virus Corona)

Tak sedikit negara Muslim yang telah mengumumkan penangguhan musim haji bagi warga negara mereka, dan banyak petinggi Muslim yang turut menyambut keputusan ini demi menjaga kelangsungan hidup, dengan mengikuti ketentuan kesehatan.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini