KETIKA memasuki pasar, mal, atau pusat perbelanjaan lainnya, setiap Muslimin disunahkan membaca doa. Tujuannya agar orang yang mengamalkan zikir tersebut diselamatkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dari segala bahaya. Kemudian dengan membaca doa ini banyak keutamaan dan faedah yang diraih.
Adapun lafaz doa tersebut, berdasarkan hadisnya:
Dari Umar bin Khatab Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ دَخَلَ سُوقاً مِنَ الأَسْوَاقِ، فَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ
Artinya:
"Barang siapa masuk pasar, kemudian dia membaca:
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir.
(Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu)
Siapa yang membaca doa di atas ketika masuk pasar, Allah akan mencatat untuknya satu juta kebaikan, dan menghapuskan darinya satu juta keburukan."
Mengutip dari Konsultasi Syariah, Minggu (14/6/2020), Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa doa atau zikir ini sangat ringan diucapkan, namun memberikan nilai keutamaan pahala yang sangat besar.
Alasannya karena doa ini dibaca di pasar, di tempat yang umumnya manusia melupakan Allah Subhanahu wa ta'ala dan jauh dari ibadah.
Ketika manusia dalam kondisi lupa akibat disibukkan dunia dan perdagangan, lalu ada yang justru berdoa dan mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala, bakal diberi ganjaran melimpah. Ini merupakan amalan istimewa.
Terkait hal ini, ada sebuah kisah. Kebiasaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam melaksanakan Sholat Isya berjamaah di awal malam. Rasulullah rutinkan itu agar tidak memberatkan umatnya.
Tetapi suatu ketika Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mengakhirkan Sholat Isya hingga tengah malam. Para sahabat dengan setia menunggu di masjid sampai waktu tersebut.
Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam datang dan membesarkan hati para sahabatnya. Beliau berkata:
مَا يَنْتَظِرُهَا أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ الأَرْضِ غَيْرَكُمْ
Artinya: "Tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang menunggu Sholat Isya, selain kalian." (HR Bukhari 566 dan Muslim 638)
Ketika menjelaskan hadis ini, Ibnu Rajab mengatakan:
وفي هذا إشارة إلى فضيلة التفرد بذكر الله في وقت من الأوقات لا يوجد فيه ذاكر له ولهذا ورد في فضل الذكر في الأسواق ما ورد من الحديث المرفوع والآثار الموقوفة حتى قال أبو صالح: إن الله ليضحك ممن يذكره في السوق وسبب ذلك أنه ذكر في موطن الغفلة بين أهل الغفلة
Terdapat keterangan tentang keutamaan berzikir kepada Allah Subhanahu wa ta'ala di waktu-waktu tidak ada orang yang melakukannya. Karena itulah terdapat keutamaan besar untuk zikir ketika masuk pasar, sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan keterangan sahabat.
Hingga Abu Sholeh mengatakan:
Artinya: "Sesungguhnya Allah tertawa terhadap orang yang berzikir ketika masuk pasar. Sebabnya adalah orang ini berzikir di tempat yang melalaikan, di tengah-tengah orang yang lalai untuk berdzikir kepada Allah." (Lathaif Al-Ma’arif halaman 131)
Kemudian Al Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan sejumlah keutamaan membaca doa atau zikir masuk pasar di tengah kelalaian masyarakat dalam mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala. Di antaranya:
1. Zikir ini akan lebih rahasia. Sementara amal sunah yang lebih rahasia, nilainya lebih besar. Maka itu, zikir di keramaian hendaknya dibaca pelan, tanpa menggunakan tasbih.
2. Amal ini lebih berat dilakukan, karena umumnya manusia akan mengikuti apa yang dilakukan masyarakat di sekitarnya. Lalu semakin berat amal itu dikerjakan, pahalanya semakin besar.
3. Berzikir di tengah kelalaian masyarakat menjadi sebab Allah tidak menurunkan azab kepada mereka. Ibnu Rajab menyebutkan:
قال بعض السلف: ذاكر الله في الغافلين كمثل الذي يحمي الفئة المنهزمة ولولا من يذكر الله في غفلة الناس لهلك الناس
Sebagian ulama salaf mengatakan, "Berzikir mengingat Allah di tengah orang yang lupa Allah, ibarat orang yang melindungi sekelompok masyarakat yang lemah. Andaikan bukan karena keberadaan orang yang berdzikir di tengah kelalaian manusia, niscaya mereka akan binasa." (Lathaif al-Ma'arif halaman 133).

Dijelaskan, terdapat juga kisah menakjubkan mengenai doa masuk pasar ini. Diceritakan oleh seorang ulama tabiin Abu Qilabah (wafat 104H):
التقى رجلان في السوق فقال أحدهما للآخر تعال نستغفر الله في غفلة الناس ففعل فمات أحدهما فلقيه الآخر في النوم فقال علمت أن الله غفر لنا عشية التقينا في السوق
Artinya: "Ada dua orang mukmin yang ketemu di pasar. Kemudian yang satu menasihatkan kepada temannya, 'Mari kita memohon ampun kepada Allah di tengah kelalaian manusia.' Keduanya pun banyak membaca istighfar. Suatu ketika salah satu orang ini meninggal. Tiba-tiba yang hidup bertemu temannya itu dalam mimpi. Dia berpesan, 'Tahukah kamu, ternyata Allah mengampuni dosa kita sore hari ketika kita ketemu di pasar.' (At-Targhib wa at-Tarhib Nomor 2620)
(Hantoro)