DEPRESI dan rasa putus asa bisa melanda siapa saja. Jika imannya lemah dan kesabarannya kurang, maka bisa berakibat fatal bahkan bunuh diri karena merasa tak ada gunanya lagi hidup.
Sushant Singh Rajput ditemukan tewas tergantung di apartemennya di Mumbai, India, Minggu 14 Juni kemarin. Aktor Bollywood diduga kuat bunuh diri karena depresi dan putus asa, padahal dia sudah mendapatkan segala ketenaran dan kekayaan.
Baca juga: Sushant Singh Rajput Tewas, Ini 3 Penderitaan Orang Bunuh Diri Menurut Islam
Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam, Ustadz Ainul Yaqin menyatakan, Islam jelas melarang seseorang bunuh diri. Tapi, kenapa masih saja ada yang melakukannya?
"Sumbernya adalah hati lemah yang merasa gelisah, kesedihan yang memuncak, putus asa, merasa tidak bisa menyelesaikan masalah dan jauh dari harapan, putus asa dari rahmat Allah," kata Ustadz Ainul Yaqin saat dihubungi Okezone, Senin (15/6/2020).
Lebih lanjut, kata Ustadz Ainul, agar tidak mudah depresi ketika menghadpai masalah lebih baik mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak berdoa agar selalu dilindungi dari godaan setan.
Berikut ini adalah doa yang diajarkan Rasulullah agar hati tetap tenang dan tidak mudah depresi, apalagi sampai nekat bunuh diri:
اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ
Artinya: "Ya Allah, Aku mengharapkan (mendapat) rahmatMu, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau."(HR. Abu Daud).
Selain itu terdapat bacaan lainnya yang bisa menjadi doa untuk memperkuat keimanan, yaitu:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Rabbish rahli sadri. Wayassirli amri. Wahlul uqdatam millisani. Yafqahu qauli
Baca juga: Sushant Singh Rajput Bunuh Diri, Begini Hukumnya Menurut Islam
Artinya: "Wahai Tuhanku, lapangkanlah bagiku dadaku, dan mudahkanlah bagiku urusanku, dan lancarkanlah lidahku supaya mereka faham ucapanku."(QS. Taha: 25-28).
Kedua tersebut dapat dibaca setiap saat, khususnya setelah selesai sholat fardhu atau sunah sambil ditambah kalimat-kalimat zikir untuk memperlengkap ibadah, yakni dengan niat agar iman tidak mudah goyah oleh persoalan apapun.
(Salman Mardira)