3 Amalan yang Bisa Mendatangkan Kecintaan Allah Ta'ala

Selasa 16 Juni 2020 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 330 2230775 3-amalan-yang-bisa-mendatangkan-kecintaan-allah-ta-ala-ebkIEyLbl1.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

3. Khafiy

Khafiy ada dua bentuk. Al Khafiy dan Al Hafiy. Keduanya dalam huruf kha (خ) dan dalam huruf ha (ح). Jika dengan huruf kha (خ) yaitu Al Khafiy (الخفي) artinya “samar” ( tersembunyi). Maksudnya, orang ini berusaha menjauhkan dirinya dari pandangan manusia, dia tidak ingin riya dan sum’ah.

Dia sibuk dalam perkara-perkara yang bermanfaat bagi dirinya; bermanfaat bagi dunianya maupun bagi akhiratnya.

Para ulama menyebutkan bahwa ini adalah dalil tentang keutamaan untuk mengasingkan diri, terutama di zaman-zaman fitnah.

Seseorang hendaknya jangan sibuk dengan fitnah, tetapi sibuk dengan yang bermanfaat, sibuk dengan ibadah.

Dalam hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mengatakan:

العِبادَةُ في الهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ

Artinya: "Bahwasanya ibadah dalam masa-masa fitnah pahalanya seperti berhijrah kepadaku." (HR Muslim Nomor 2948)

Kenapa? Karena kalau sudah timbul fitnah, maka banyak orang yang sibuk ingin mengetahui fitnah tersebut, kemudian ingin berkomentar dalam fitnah dan ikut menimbrung.

Ini adalah dalil bahwasanya seorang hendaknya menjauhkan dirinya dari hal-hal yang bisa membuat riya dan sum’ah, dan tidak ingin populer/tersohor.

Namun para ulama menyebutkan, jika seseorang tidak ingin populer/tersohor dan tidak melakukan sebab-sebab yang membuat dirinya populer (sengaja untuk memopulerkan diri), namun qaddarullah dia terpopulerkan/dikenal oleh orang. Asalkan yang penting dia ikhlas, maka ini tidak memberi kemudharatan kepada dia.

Bahkan disebutkan dalam hadis bahwasanya "Kalau ada orang memuji orang lain" maka kata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, "Itu adalah kabar gembira yang disegerakan dari Allah kepada dia."

Sedangkan huruf ha (ح) dalam Al Hafiy (الحفي), disebutkan oleh para ulama maknanya adalah "orang yang sibuk dengan keluarganya" (muhtafiy bi ahlihi).

Dia urus anak-anaknya, istrinya, tidak sibuk dengan urusan orang lain. Orang seperti ini dicintai oleh Allah Subhanahu wa ta'ala karena mengurus keluarga adalah perkara yang penting; keluarga itu adalah pahala yang utama.

Sedangkan Asma menerjemahkan Al Khafiy sibuk beribadah dan mengurus dirinya sendiri. Menurut Asma, sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala mencintai orang yang takwa lagi samar, yang bila tidak ada (gaib) tidak ada yang mencarinya, jika hadir tidak ada yang mengenalnya, tidak menampakkan diri dengan kebaikan, tidak menampakkan amal dan ilmu, tidak mencari kedudukan di hati makhluk, merasa cukup dengan perhatian Yang Maha Pencipta terhadap ibadahnya tanpa perhatian manusia, merasa cukup dengan pujian Allah Subhanahu wa ta’ala saja tanpa pujian manusia.

Wallahu'alam.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya