Hukum Menggunakan Dana Haji Menurut Ketentuan Islam

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 330 2233009 hukum-menggunakan-dana-haji-menurut-ketentuan-islam-VVdiuvCafG.JPG ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

KETUA Lembaga Peradaban Luhur (LPL), Ustadz Rakhmad Zailani Kiki menjelaskan, hukum menggunakan dana haji pada dasarnya diperbolehkan atau mubah. Asalkan ada kesepakatan dan keridhoan dari pemilik dana haji, sehingga uang tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan lainnya.

"Biaya haji itu untuk membayar keperluan jamaah haji yang terkait dengan aspek muamalah, bukan membayar ibadah hajinya. Haji dalam aspek ibadah mahdhah, tidak ada nilai nominalnya, tidak ada biayanya. Beda dengan zakat karenanya dalam aspek muamalah, di dalam ibadah haji berlaku prinsip muamalah saling ridha," ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Jumat (19/6/2020).

Lebih lanjut, kata Ustadz Rakhmad, muamalah yang dimaksud dalam ibadah haji adalah adanya jual beli transportasi, akomodasi, dan konsumsi. Sesuai hadits riwayat Ibnu Hibban:

Baca juga: Tak Hanya Muslim, Gaya Hidup Halal Sudah Mendunia

إنما البيع عن تراض

Artinya: "Sesungguhnya jual beli itu berangkat dari saling ridha." (Lihat: Syaikh Abu Yahya Zakaria al Anshory, Fathul Wahab bi Syarhi Manhaji al Thullab, Kediri: Pesantren Fathul Ulum, tt: Jilid 1: 157).

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, ada dua konteks keadaan terkait dana haji atau uang haji, yakni pertama uang haji yang belum disetor untuk daftar haji atau disimpan sendiri, tapi diniatkan untuk berangkat haji. Kedua adalah dana haji yang sudah disetorkan untuk antrian haji.

"Jika uang haji yang belum disetor untuk keperluan lain yang lebih mendesak dan darurat, tentunya tidak mengapa. Terlebih jika uang tersebut untuk menolong saudara, atau kerabat muslim yang sangat membutuhkan," katanya kepada Okezone terpisah.

Baca juga: Zikir yang Diajarkan Jibril, Berfungsi Menarik Rezeki hingga Mengetuk Pintu Surga

Seperti salah satu cerita dalam hadits, seseorang yang tidak berangkat haji namun tetap mendapatkan pahala haji karena kerelaanya memberikan uang bekal haji untuk menolong tetangga yang kelaparan.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى

Artinya: "Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan" (HR. Bukhari dan Muslim).

Kemudian diharuskan ada kajian komprehensif, terkait penggunaan dana haji untuk kebutuhan lain. Terlebih konteks kebutuhan negara, baik aspek finansial maupun dari aspek syariahnya. Sebab hal ini menyangkut uang umat, yang dikelola pemerintah.

"Dalam hal ini sebagai bagian dari pemimpin negara yang kita taati dan ikuti sebagai kepatuhan terhadap ulil amri kita. Prinsip kehati-hatian harus benar-benar dijaga, agar tidak menciptakan mafsadat dikemudian hari," ucapnya.

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَ اللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ. [رواه مسلم

Artinya: "Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang melapangkan nafas seorang muslim dari sebuah kesusahan di dunia, maka Allah akan melapangkan nafas orang itu dari kesusahan di hari kiamat; barangsiapa yang mempermudah terhadap orang yang sedang mendapat kesukaran, maka Allah akan memudahkan terhadapnya di dunia dan di akhirat; dan barangsiapa yang menutup cela seorang muslim, maka Allah akan menutup cela(kesalahan)nya di dunia dan di akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya, selama hamba-Nya menolong sesama saudaranya." (HR. Muslim).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini