Jutaan Anak Muslim Terancam Mati Kelaparan

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Minggu 21 Juni 2020 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 20 614 2233594 jutaan-anak-muslim-terancam-mati-kelaparan-HnT83eJ7og.JPG Anak-anak muslim Yaman terancam mati kelaparan akibat konflik perang saudara (Foto: Reuters)

YAYASAN Save the Children melaporkan sebanyak 85 ribu remaja di Yaman meninggal pada tahun 2018. Yang lebih mengejutkan, disampaikan melalui Telegraph UK, bahwa tahun ini sebanyak lima juta anak muslim Yaman terancam mati kelaparan akibat konflik perang saudara maupun wabah Covid-19 yang juga melanda wilayah itu.

Melansir dari Theislamicinformation, situasi di sana dilaporkan semakin memburuk dari hari ke hari. Lebih lanjut, sumber menyebutkan bahwa akan ada lebih banyak anak yang kehilangan nyawa karena kelaparan jika perang saudara ini berlanjut.

Terlebih di tengah pandemi Covid-19, dimana perdagangan tak lagi mulus dan jatuhnya nilai mata uang secara drastis menjadi hasilnya. Daerah itu bahkan tidak memiliki obat parasetamol tunggal untuk membantu keluarga yang tak berdaya di Yaman.

Baca juga: 10 Gaya Hijab Berbagai Negara, dari Somalia hingga Indonesia

Ketua dari Save the Children Foundation International, Helle thorning-Schmidt, mengungkapkan bahwa ada banyak anak yang tidak mengetahui apakah mereka akan mendapatkan makanan berikutnya atau tidak. Saking parahnya, sebuah sumber menyatakan bahwa satu anak Yaman meninggal setiap 10 menit sekali.

Dia menambahkan bahwa risiko yang dibawa perang ini dapat menewaskan seluruh generasi rakyat Yaman, karena mereka terus menghadapi banyak ancaman mulai dari pemboman hingga kelaparan hingga bahaya penyakit seperti kolera, ditambah lagi dengan merebaknya Covid-19 yang menular dengan sangat cepat.

Save the Children telah memperingatkan pada hari Rabu bahwa sekitar empat juta anak memiliki risiko kelaparan dan bertambah satu juta lainnya yang terlibat dalam masalah kelaparan selama pertempuran Hodeida yang terus berlanjut. Diprediksi, kondisi ini berlangsung sekitar dua tahun dan terbayang betapa sulitnya kondisi mereka saat ini.

Bahkan, sebuah kabar menyatakan di salah satu rumah sakit yang terletak di sisi utama Yaman terdapat bayi yang kondisinya sudah sangat lemah, hingga tak lagi bisa menangis lantaran kelelahan menahan lapar.

(put)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini