Anak Kader Muhammadiyah Runner-up Lomba Penulisan di Australia

Rizka Diputra, Jurnalis · Minggu 21 Juni 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 21 614 2233957 anak-kader-muhammadiyah-runner-up-lomba-penulisan-di-australia-sXejKyu5Ln.jpg ilustrasi logo Muhammadiyah (Foto: Dok. Okezone)

MARA Athirah Siagian, seorang anak kader Muhammadiyah meraih juara kedua dalam lomba menulis essay tentang Covid-19. Sebelumnya pada tahun lalu, ia menempati posisi ketiga dalam kompetisi Alquran.

Kegiatan ini bagian dari “Perayaan 2020 Refugee Week” yang diprakarsai oleh Red Cross Australia dan Illawarra Multicultural Service, sebuah lembaga sosial-kemanusiaan di Wollongong, New South Wales, Australia.

Pengumuman para pemenang dilakukan melalui pertemuan virtual yang diikuti oleh seluruh peserta dan pengurus IMS Wollongong pada Jumat, 19 Juni 2020. Peserta acara lomba menulis ini terdiri dari lima puluh orang peserta dari semua kalangan.

Baca juga: Muhammadiyah: 5 Kota di Indonesia Tak Dilewati Gerhana Matahari Cincin

Melansir dari laman Suara Muhammadiyah, Athirah sukses menyabet gelar runner-up setelah membuat karya tulis berjudul "The Plan". Tulisan ini merupakan kisah nyata yang dialaminya beberapa waktu lalu. Dia bercerita tentang rencana perjalanannya ke Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada saat lebaran lalu.

Untuk bersilaturahmi dengan nenek dan sepupu-sepupunya yang sudah enam tahun tidak bertemu, ia berencana mudik ke kampung halaman. Tiket pesawat pun sudah dibeli pulang pergi dari Sydney Australia ke Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Namun, dengan adanya penyebaran Covid-19 ini, membuat penerbangan internasional dihentikan. Demikian pula pembatasan sosial yang diadakan oleh pemerintah Australia, yang melarang melakukan perjalanan jauh.

Sehingga rencananya pulang kampung urung terlaksana. Silaturahmi secara langsung dengan nenek dan keluarga pun tidak dapat terlaksana. Hal ini tentu membuat sedih, akan tetapi harus diterima dengan keselamatan semua pihak.

Mara Athirah Siagian ialah putri pasangan Haidir Fitra Siagian dan Nurhira Abdul Kadir, keduanya merupakan aktivis Muhammadiyah dan Aisyah Sulawesi Selatan, juga dosen UIN Alauddin Makassar yang sedang mendapat tugas belajar di Australia. Ayahnya berasal dari Sipirok Sumatera Utara, sedangkan ibunya berasal dari Somba, Majene, Sulawesi Barat.

Di Indonesia, mereka tinggal di Bakung, Samata, Gowa Sulawesi Selatan. Saat ini mereka sedang tinggal di Wollongong, Negara Bagian New South Wales. Athirah sendiri sedang sekolah setingkat kelas enam sekolah dasar di Gwynneville Public School, Wollongong.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini