Syekh Junaid Al Batawi, Ulama Asal Jakarta yang Berpengaruh di Dunia Islam

Hantoro, Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 614 2234169 syekh-junaid-al-batawi-ulama-asal-jakarta-yang-berpengaruh-di-dunia-islam-vzNqLLlQfu.jpg Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

JAKARTA memiliki sosok ulama besar yang berpengaruh di dunia agama Islam. Beliau adalah Syekh Junaid Al Batawi. Ulama asli tanah Betawi ini mulai dikenal pada abad ke-19. Ia pun menjadi poros utama silsilah ulama Betawi masa kini.

Mengutip dari laman MUI DKI Jakarta, Senin (22/6/2020), tidak diketahui pasti tanggal kelahiran Syekh Junaid. Demikian juga dengan wafatnya. Namun, juralis Alwi Shahab menuliskan 1840 sebagai tahun wafat Syekh Junaid. Sementara sejarawan Ridwan Saidi menyatakan, pada 1894–1895 ketika Snouck Hurgronje berada di Kota Makkah, Arab Saudi, menungkapkan keberadaan Syaikh Junaid yang masih hidup dalam usia sangat lanjut.

Syekh Junaid Al Batawi adalah ulama asli Betawi yang lahir di Pekojan dan berpengaruh di Makkah walau hanya enam tahun bermukim di sana. Ia menjadi imam Masjidil Haram, Syaikhul Masyaikh yang terkenal di seantero dunia Islam sunni dan mazhab Syafi`i sepanjang abad 18 serta 19.

Menurut Ridwan Saidi, Syekh Junaid mempunyai banyak murid yang kemudian menjadi ulama terkemuka di Indonesia bahkan dunia Islam. Sebut saja Syekh Nawawi Al Bantani Al Jawi, penulis Tafsir Al Munir dan 37 kitab lainnya yang masih diajarkan di berbagai pesantren di Tanah Air dan luar negeri; kemudian Syekh Ahmad Khatib bin Abdul Latif al-Minangkabawi, imam, khatib, dan guru besar di Masjidil Haram sekaligus Mufti Mazhab Syafi'i pada akhir abad 19 dan awal abad 20 serta pengarang banyak kitab.

Khusus mengenai murid-murid Syekh Junaid di Betawi yang kemudian menjadi ulama terkemuka, belum banyak diketahui kecuali Syekh Mujitaba (Syekh Mujitaba bin Ahmad Al Batawi) dari Kampung Mester yang dinikahkan dengan putri Syekh Junaid. Muridnya yang lain adalah Guru Mirshod, ayah dari Guru Marzuki Cipinang Muara.

Kiprah Syekh Junaid Al Batawi sedikit banyak terungkap dari catatan perjalanan Snouck Hurgronje, seorang orientalis terkemuka asal Belanda saat menyusup ke Makkah yang perjalanannya ditulis dan dibukukan dengan judul Mecca in the Latter Part of 19th Century.

Ketika ingin bertemu, Snouck Hurgronje ditolak oleh Syekh Junaid. Menurut Hurgronje, saat ia menyusup ke Makkah diketahui bahwa Syekh Junaid telah bermukim di Makkah selama 60 tahun, tepatnya sejak 1834.

Ia membawa istri dan keempat anaknya. Kala itu Syekh Junaid berusia antara 35–40 tahun. Saat Hurgronje berada di Makkah, usia Syekh Junaid mendekati 90 tahun. Namun pada usia yang sudah lanjut tersebut, ulama Makkah masih meminta beliau memimpin zikir dan membaca doa penutup dalam setiap pertemuan ulama.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Syekh Junaid memiliki empat anak. Dua laki-laki yaitu As'ad dan Said; kemudian dua perempuan. Seorang putrinya dinikahkan dengan Imam Mujtaba asal Bukit Duri, Kampung Melayu, Jakarta Timur; dan yang seorang lagi dinikahkan dengan Abdurrahman Al Mishri.

Dari perkawinan putrinya dengan Abdurrahman Al Mishri lahir seorang perempuan, Aminah, yang kemudian dinikahkan dengan Aqil bin Yahya yang melahirkan Usman bin Yahya. Usman bin Yahya kemudian menjadi mitra Snouck Hurgronje.

Menurut Alwi Shahab, salah seorang murid Syekh Junaid yang menjadi ulama terkemuka yaitu Syekh Nawawi Al Bantani Al Jawi. Keduanya dilaporkan memiliki hubungan dekat. Maka itu, setiap haul Syekh Nawawi, selalu dibacakan Surah Fatihah untuk Syekh Junaid.

Syekh Junaid juga sangat dihormati di Tanah Hijaz. Pada 1925 ketika Syarif Ali (putra Syarif Husin) ditaklukkan oleh Ibnu Saud, kata Buya Hamka, di antara syarat penyerahannya adalah, "Agar keluarga Syekh Junaid tetap dihormati setingkat dengan keluarga Raja Ibnu Saud. Persyaratan yang diajukan Syarif Ali ini diterima oleh Ibnu Saud." (Buya Hamka dalam 'Diskusi Perkembangan Islam di Jakarta' pada 27–30 Mei 1987).

Oleh karena itu sampai sekarang keturunan Syekh Junaid ada yang menjadi pengusaha hotel dan pedagang. Mereka bukan berdagang di Pasar Seng, Makkah, tapi di toko-toko. Konon, sebutan "Siti Rohmah…. Siti Rohmah…." yang dilontarkan oleh para pedagang di Makkah dan Madinah untuk para haji perempuan dikarenakan istri Syekh Junaid Al Batawi bernama Siti Rohmah.

(Sumber: Genealogi Intelektual Ulama Betawi, Jakarta Islamic Centre, 2009)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya