Koran di AS Minta Maaf Usai Muat Iklan Memojokkan Islam

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Selasa 23 Juni 2020 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 23 614 2235091 koran-di-as-minta-maaf-usai-muat-iklan-memojokkan-islam-rOuConAP5U.jpg Ilustrasi (Foto Andrys/Pixabay)

SURAT kabar Amerika Serikat, The Tennessean mengajukan permohonan maaf atas tayangan iklan pada salah satu terbitannya yang menyatakan ‘Islam akan meledakkan bom nuklir di Nashville bulan depan’.

Permintaan maaf dibuat setelah koran tersebut menuai kecaman karena iklannya sangat memojokkan umat Islam, terlebih di tengah gencarnya dunia memerangi rasisme.

Pada Minggu lalu, semua salinan edisi cetak surat kabar tersebut menyertakan iklan yang dirancang seolah terlihat seperti artikel berita aktual dengan label “iklan berbayar” dalam cetakan ukuran kecil.

Baca juga: Haji 2020 Dibuka Terbatas, DPR: Kita Hormati Arab Saudi

Artikel itu memuat gambar Presiden AS Donald Trump bersama dengan Paus Francis I, diawali dengan tajuk yang bertuliskan “kepada warga Nashville yang terhormat…”.

“Pagi ini, The Tennessean - surat kabar terbesar di negara bagian Nashville - menerbitkan iklan satu halaman penuh dari klien sayap kanan yang mengatakan "Islam akan meledakkan senjata nuklir di Nashville, Tennessee." Muatan artikel ini disertai dengan foto-foto Donald Trump dan Paus Francis,” kata Alex Martin Smith dalam akun Twitternya @asmiff.

Melansir dari Inquisitr, Selasa (23/6/2020), isi dari artikel mengerikan itu di antaranya berbunyi, “Kami mengimbau dengan penuh keyakinan, tak hanya untuk memberi tahu namun juga akan membuktikan bahwa pada 18 Juli 2020 nanti, Islam akan meledakkan perangkat nuklir di Nashville, Tennessee.”

Menurut iklan itu, klaim serangan bom nuklir ini asalnya dari interpretasi penulis yang mengacu pada nubuat Alkitab.

Menyamarkan iklan sebagai berita yang sah adalah taktik dari iklan yang dipasang, dan memang, faktanya hal ini masih berlanjut hingga hari ini sebagai strategi menarik cakupan massa di media cetak dan media online.

Dalam kebanyakan kasus, tim editorial surat kabar akan membuat setidaknya beberapa upaya untuk kembali memeriksakan iklan tersebut untuk memastikan, dan paling tidak, iklan-iklan siap rilis itu tidak melanggar standar rilis, misalnya, ujaran kebencian.

Membandingkan dengan di The Tennessean, proses editorial ini malah nampak berantakan, kata seorang juru bicara surat kabar itu di sebuah op-ed.

“Iklan ini tidak seharusnya dipublikasikan di The Tennessean, dan kami dengan segala ketulusan hati meminta maaf atas kesalahan yang telah terjadi. Kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat atas iklan yang dimuat tersebut, sementara kami sedang meninjau secara internal mengapa dan bagaimana ini bisa terjadi. Kami akan segera mengambil tindakan dan berusaha memperbaiki semua ini," kata Ryan Kedzierski, wakil ketua bagian penjualan Middle Tennesse.

Tim publikasi dari surat kabar tersebut tak hanya berjanji untuk menyelidiki kasus iklan kontroversial itu, namun juga berupaya untuk menarik iklan dari semua edisi cetak selanjutnya. Ia menambahkan, dana yang masuk dari terbitan iklan satu halaman itu akan dialihkan untuk disumbangkan ke Dewan Penasihat Muslim AS.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya