Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Yunani Tutup Tempat Ibadah Umat Islam

Ivankha Yulianto , Jurnalis-Rabu, 24 Juni 2020 |19:27 WIB
Yunani Tutup Tempat Ibadah Umat Islam
ilustrasi (stutterstock)
A
A
A

PEMERINTAH Yunani menutup sebuah aula yang digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam di Piraeus --kota pelabuhan sekitar 12 kilometer dari Athena--, karena dinyatakan tak memiliki izin operasi. Komunitas muslim menyayangkan penutupan tersebut.

Kementerian Urusan Pendidikan dan Agama memberi waktu 15 hari kepada pengelola agar mengosongkan aula dinamakan sebagai ‘Al Andalus dan telah beroperasi sejak 1989 itu.

"Kami sedih mengumumkan bahwa kami menerima perintah penutupan untuk salah satu tempat beribadah tertua di ibu kota tanpa ada kesempatan untuk bernegosiasi dengan kementerian," kata Asosiasi Muslim Yunani dalam siaran persnya seperti dikutip dari aa.com.tr, Rabu (24/6/2020).

Keberadaan muslim di kota itu selama ini diterima oleh masyarakat setempat dan terus berkembang.

"Itulah mengapa kami menganggap penutupan tak terduga ini sebagai tindakan simbolis atas nama pemerintah yang ingin menekan kegiatan keagamaan karena tidak berasal dari agama yang dominan."

Yunani memiliki populasi Muslim yang cukup besar sekarang. Seperempat juta orang di antaranya berada di Athena.

Baca juga: Cara Unik Imam Masjid di Amerika Beri Peringatan soal Covid-19

Minoritas Muslim Turki di Yunani telah mengeluh bahwa pelaksanaan agama mereka dibatasi, termasuk hak untuk memilih mufti mereka sendiri dan administrator wakaf Muslim yang saleh (wakaf), yang dilakukan atau dipilih oleh negara

Juni lalu, setelah bertahun-tahun tertunda, sebuah masjid baru dibuka di Athena tetapi sampai saat ini masih belum memiliki imam, sehingga belum terbuka untuk beribadah.

Baca juga: Kisah Orang Bersedekah Salah Sasaran, Disambangi Malaikat karena Niatnya Ikhlas

Hal itulah menjadikan Athena sebagai satu-satunya ibu kota di Eropa tanpa mempunyai masjid yang resmi.

Pada Desember lalu, pejabat negara mengatakan tiga bulan waktu yang diperlukan untuk memilih personel baru untuk mengatur kegiatan di masjid dan mengatur sebanyak 350 jemaah.

(Salman Mardira)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement