Dilarang Pakai Hijab, Guru Muslim Banding, Dapat Kompensasi Puluhan Juta

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 31 Agustus 2020 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 614 2270067 dilarang-pakai-hijab-guru-muslim-banding-dapat-kompensasi-puluhan-juta-rEHCF3HNZi.jpg Ilustrasi jilbab (Zamzam Academy)

SELURUH guru di Berlin, Jerman dilarang mengenakan jilbab sebagaimana putusan Pengadilan Tenaga Kerja Federal di negara tersebut.

Dilansir dari laman The New Arab, Senin (31/8/2020), putusan pengadilan tersebut diambil setelah insiden larangan seorang guru muslim bekerja karena mengenakan jilbab.

Guru tersebut secara terang-terangan mendapatkan diskriminasi. Padahal pemerintah Berlin tidak melarang jika seorang muslim mengenakan jilbab.

"Jilbab hanya bisa dilarang jika ada ancaman serius terhadap perdamaian di sekolah," kata salah seorang pengurus pengadilan Berlin.

Baca juga: Tampil Girly dengan Warna Army, Intip 5 Gaya Outfit Hijab Meirani Amalia

Putusan itu muncul setelah adanya keputusan pengadilan tingkat pertama, pada November 2018. Pengadilan meminta pemerintah untuk memberikan uang kepada wanita berjilbab tersebut sebagai kompensasi karena telah jadi korban diskriminasi.

Jumlah kompesasi yang harus dibayarkan senilai 5.159 EURO atau setara Rp 89 juta lebih. Pada saat itu, pengacara atas nama kota mengajukan banding atas keputusan tersebut, dengan alasan undang-undang netralitas.

Pelarangan memakai jilbab yang terjadi kepada guru tersebut mengatasnamakan undang-undang netralitas Berlin, yang melarang pegawai negeri memakai simbol agama.

"Konflik tentang undang-undang kenetralan seharusnya tidak dibiarkan terjadi di punggung perempuan yang bersangkutan," kata Senator Kehakiman Berlin Dirk Behrendt.

"Dalam masyarakat multi-agama, itu harus tentang apa yang ada di kepala mereka dan bukan di kepala mereka," tambahnya.

Bernhard Franke, kepala kantor Anti-Diskriminasi Federal juga menyambut baik keputusan tersebut dan menyerukan agar undang-undang netralitas direvisi untuk menghindari konflik kepentingan di masa depan.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini