Udah Hijrah Kok Meninggalkan Sahabat?

Rabu 24 Juni 2020 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 614 2235853 udah-hijrah-kok-meninggalkan-sahabat-L6vyA9H3i7.jpg Ustadz Felix Siauw (Instagram)

TERKADANG sering kali orang yang sudah mengenal sunah dan hijrah dari kebiasaan lama justru meninggalkan persahabatan. Pendakwah Ustadz Felix Siauw memberi pesan penting untuk orang-orang dalam golongan ini.

Melalui akun Instgram @felixsiauw dikutip Okezone, Rabu (24/6/2020), penulis buku ‘Beyond The Inspiration’ ini menceritakan saat dirinya mengisi kajian di lingkungan komunitas pecinta sepeda motor.

Berikut tausyiahnya:

Pas ngisi anak motoran ada yang nanya. "Ustadz, saya punya temen, dulu gila bareng, nakal bareng, riding bareng, mabok bareng. Sekarang dia hijrah", katanya

Baca juga:  Ini Kebiasaan Nabi Muhammad Sebelum Tidur

Saya tanggap, "Bagus dong". Dia sambung, "Iya sih, dia jadi jalan kita juga buat jadi berubah, kenal Islam. Nah, setelah kita juga mau belajar baek, dia malah nggak mau ngumpul lagi sama kita, katanya beda manhaj, nggak nyunnah", wow

Saya jadi inget ustadz saya yang berpesan, "Kalau kamu siap terjun ke dunia dakwah, sabar, jangan liat Muslimnya, liat aja Islamnya", dan nasihat itu berguna banget sampai sekarang

Kadang kita jadi bertanya-tanya, bukannya orang kalau udah mengkaji Islam itu harusnya lebih baik ya? Bukannya kalau orang udah berilmu itu harusnya lebih ngerti ya?

Tapi ya itulah, kenyataannya, ujian yang lebih susah itu memang buat yang lebih berilmu

Liat iblis, banyak ibadah, dan sombongnya itu karena dia merasa sudah taat, merasa lebih utama. Pas makan kita hanya diperintah baca "Bismillah", tapi pas baca Al-Qur'an malah diminta baca "Ta'awudz" kan? Malah disuruh berlindung dari syaitan yang terkutuk

Artinya, makin kita jadi baek, makin tinggi juga level syaitan yang dikirim, padahal se-rendah-rendahnya syaitan tetep aja pro hasutannya hehehe.. Tapi ya begitulah kira-kira

 

Perasaan, tukang mabok nggak kenal madzhab apalagi manhaj, "Kamu manhaj oplosan atau manhaj murni?", "Kamu madzhab nge-lem atau nge-ganja?", nggak ada kan yang nanya gitu? Bagi tukang mabok, yang penting mabok bareng

Yang ngerokok juga nggak pernah nolak ngumpul, hanya karena satu kretek dan satu filter, atau satu nge-vape dan satu cuma joinan. Yang penting sebat dulu lah

Tapi kita, seringkali merasa sudah tinggi, nggak mau kumpul sama yang kita anggap rendah. Kita merasa sudah nyunnah lalu yang lain dari kita, kita anggap syubhat dan ga paham

The dark side of the light. Atau sebenarnya, dia kira dia light padahal dark banget?

Ini cuma pertanyaan pada diri saya sendiri, karena saya juga begitu. Dulu saya merasa kakak saya ga bakal dapet hidayah, jadi saya gamau dakwahin dia

Ternyata saya salah, saya mikir kayak iblis. Mungkin kita, yang merasa udah nyunnah, juga banyak yang gitu

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini