Membahagiakan Ibu Lebih Utama daripada Haji Sunah

Kamis 25 Juni 2020 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 330 2236371 membahagiakan-ibu-lebih-utama-daripada-haji-sunah-XQLSyIHRuy.jpg ilustrasi (stutterstock)

ISLAM mewajibkan seorang anak berbakti kepada orangtuanya, utama sekali terhadap ibu. Ibu adalah sosok yang sangat istimewa dan tiada duanya bagi setiap anak. Peran dan kasih sayangnya tak tergantikan. Kemana pun anak pergi, tempat terbaik untuk kembali adalah ibu.

Alumni Pondok Pesantren Putri Walisongo Jombang, Silmi Adawiya menjelaskan keutamaan membahagiakan ibu dalam anjuran Islam seperti ditulis dalam artikel yang dimuat di laman tebuireng.online sebagaimana dilansir Okezone, Kamis (25/6/2020).

Baca juga: Diduga Paksa Muslimah Buka Hijab, Polisi Amerika Panen Kecaman 

Silmi Adawiya menulis, pengorbanan ibu untuk kita sungguhlah luar biasa. Bahkan sebesar apapun pengorbanan yang kita lakukan untuk ibu, itu tidak ada bandingannya dengan pengorbanan seorang ibu kepada anaknya. Ibu adalah tempat kita bersandar di saat kita lagi terpuruk dalam menjalani hidup ini. Tapi terkadang di saat kita mendapat kebahagiaan, kita lupa berbagi dengan ibu.

Memperlakukan ibu dengan baik adalah satu hal yang dianjurkan dalam Islam. Jika banyak cara utuk bisa membahagiakan ibu, mengapa memilih jalan untuk durhaka kepadanya? Pahala yang disiapkan Allah untuk seorang anak yang membahagiakan ibunya adalah sangat istimewa.

Dalam kitab Athayib Al Jana dikisahkan:

قال هشام بن حسان: قلت للحسن : أني أتعلم القرأن, وإن أمي تنظرني بالعشاء, قال حسن: تعش العشاء مع أمك تقر به عينها أحب إلي من حجة تحجها تطوعا

Hisyam bertanya kepada Hasan Al Bashri, “aku sedang belajar Alquran, sedang ibuku sedang menungguku untuk makan malam. Apakah aku harus berhenti atau meneruskannya?”

Hasan Al Bashri menjawab “makan malamlah bersama ibumu. Sesungguhnya membahagiakan hati ibumu itu lebih utama daripada haji yang sunnah.”

Ungkapan membahagiakan ibu itu lebih utama dari ibadah haji yang sunah menunjukkan betapa indah dan istimewanya balasan yang diberikan Allah kepada sosok anak yang mau dan bisa membahagiakan ibunya.

Bahkan dalam keterangan di atas dikisahkan bahwa dalam kondisi sedang belajar Alquran pun, si anak lebih dianjurkan untuk menemani ibu makan malam. Dalam artian dengan menemani ibu makan malam, ibu akan menjadi bahagia. Dan hal tersebut sudah menjadi kebaikan yang utama.

Membuat ibu bahagia, hal itu menjadi harapan dan impian kebanyakan anak. Mungkin kita memang belum jadi anak yang sepenuhnya berbakti dan sempurna di mata ibu. Tapi kita rela untuk melakukan berbagai hal dan membuatnya bahagia untuk membuat ibu terus merasa nyaman. Membahagiakan ibu tak harus dengan materi, bahkan kita tak perlu menunggu kaya untuk membahagiakan kedua orang tua kita.

Banyak cara-cara kecil yang sederhana namun mampu memancarkan kebahagiaan pada sosok ibu. Misalnya dengan menemainya makan malam meski sibuk seharian, berbagi cerita tentang hal perkembangan hidup, menjadi pendengar yang baik agar ibu tak merasa sendirian, dan banyak cara-cara sederhana lainnya yang bisa dilakukan.

Dengan membahagiakan sosok malaikat yang bernama ibu, kita sudah sebanding dengan mereka yang memiliki keuntungan bisa beribadah haji yang sunnah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini