Tata Cara Lengkap Sholat Dhuha

Pristia Astari, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 01:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 614 2238194 tata-cara-lengkap-sholat-dhuha-bYeCABabpw.jpg Ilustrasi sholat. (Foto: Istimewa)

DI dalam Tuhfatul Akhwadzi, Syarah Jami’ al-Tirmidzi , dijelaskan bahwa sholat yang dilakukan pada pagi hari dengan jumlah empat rakaat adalah Sholat Dhuha, namun ada juga yang mengatakan Sholat Isyraq.

Ada pula yang berpendapat yaitu sholat sunah Subuh dan sholat fardu Subuh, karena itu merupakan awal kefarduan syara’ dalam setiap hari. Sedangkan menurut Abu Dawud, sholat dimaksud adalah Dhuha.

Baca juga: Kisah Awal Mula Diharamkannya Khamar dalam Alquran 

Dalam buku 'Berkah Sholat Dhuha' karya M Khailurrahman Al Mahfani, dijelaskan secara lengkap tata cara mengerjakan Sholat Duha:

Sholat ini merupakan salah satu dari sholat sunah yang dikerjakan ketika matahari terbit hingga awal siang tiba. Paling pas sekira pukul 07.00 sampai 09.30 WIB.

Ilustrasi sholat. (Foto: Freepik)

Sholat Dhuha sekurang-kurangnya terdiri dari dua rakaat, tidak ada batasan yang pasti mengenai jumlahnya. Setiap dua rakaat ditutup dengan salam.

Diriwayatkan dalam hadis: "Bahwasannya Rasulullah pada yaumul fathi (penaklukan Kota Makkah) sholat sunah Dhuha delapan rakaat dan mengucapkan salam pada setiap dua rakaat." (HR Abu Daud)

Baca juga: Bacaan Sholat Sunah Rawatib 

Berikut ini tata cara lengkap Sholat Dhuha dua rakaat:

- Niat Sholat Dhuha.

- Takbiratul ihram (Allahuakbar).

- Membaca doa Iftitah.

- Membaca Surah Al Fatihah.

- Membaca surah pendek, diutamakan Ad-Dhuha.

- Rukuk, iktidal dengan tumaninah.

- Sujud, duduk di antara dua sujud dengan tumaninah.

- Sujud kedua dengan tumaninah.

- Berdiri lagi menunaikan rakaat kedua.

- Membaca Surah Al Fatihah.

- Membaca surah pendek, diutamakan As-Syams.

- Rukuk, iktidal dengan tumaninah.

- Sujud, duduk di antara dua sujud dengan tumaninah.

- Sujud kedua dengan tumaninah.

- Tasyahud akhir dengan tumaninah.

- Membaca salam menengok ke kanan dan kiri.

- Membaca doa Sholat Dhuha.

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

Allāhumma innad dhuhā’a dhuhā’uka, wal bahā’a bahā’uka, wal jamāla jamāluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka

اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعْسِرًا (مُعَسَّرًا) فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allāhuma in kāna rizqī fis samā’i fa anzilhu, wa inkāna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkāna mu’siran (mu‘assaran) fa yassirhu, wa in kāna harāman fa thahhirhu, wa inkāna ba‘īdan fa qarribhu, bi haqqi duhā’ika wa bahā’ika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika. ātinī mā atayta ‘ibādakas shālihīn

Doa adalah sebuah permintaan, apa pun permintaan yang bermanfaat ucapkanlah karena Allah Maha Mendengar dan memohonlah agar Dia mengabulkannya.

Sebenarnya apa pun doa Sholat Dhuha yang kamu ucapkan, selama itu baik dan berisi pujian kepada Allah Subhanahu wa ta'ala maka diperbolehkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini