Hindari Perceraian, Suami-Istri Harus Saling Menguatkan saat Terpuruk

Sarah Nurjannah, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 30 330 2238881 hindari-perceraian-suami-istri-harus-saling-menguatkan-saat-terpuruk-ujUJbO3YSA.jpg ilustrasi (stutterstock)

PERCERAIAN suami-istri salah satu perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT, meski halal dilakukan. Hendaknya tiap ada persoalan dalam rumah tangga diselesaikan dengan cara bijaksana, tanpa harus mengakhiri hubungan.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesuatu yang halal tapi dibenci oleh Allah adalah perceraian.” (HR.Abu Daud dan Hakim)

Persoalan yang kerap memicu perceraian adalah di antaranya suami yang tidak menafkahi istri, istri tidak bersyukur adanya suami dan sering menuntutnya macam-macam, istri yang tidak merasa bahagia setelah menikah, atapun suami yang tidak mematuhi hak dan kewajiban.

Baca juga: Jangan Buru-Buru Cerai saat Rumah Tangga Bermasalah, Mungkin Ini Tujuan Allah

Dalam al-Qur’an surat Ar-Ruum ayat 21, Allah SWT berfirman:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”

Pendakwah Ustadz Mohammad Teguh Budiman mengatakan, pada ayat tersebut Allah SWT menyatakan diciptakannya suami istri berpasangan untuk supaya terwujud rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmat. Saling memberikan ketentraman, mencintai dan saling mengasihi.

“Maka, sudah menjadi suatu keharusan bagi suami istri ketika salah satunya dalam kondisi rapuh atau terpuruk untuk saling menguatkan, saling memberi semangat untuk tetap optimis akan masa depan, dan berkerja sama untuk mencari solusi terhadap setiap permasalahan hidup berumah tangga. Bukan malah saling menuntut, saling menyalahkan, bahkan sampai saling mengugat,” ujar Ustadz Teguh kepada Okezone, Selasa (30/6/2020).

Menurutnya masalah, ujian dan cobaan tetap akan ada dalam sebuah rumah tangga, tergantung menyikapinya. Jika disikapi dengan bijak, tidak emosional maka masalah itu justru bisa memberi syafaat.

“Sudah sepantasnya kita menyikapi segala hal yang terjadi dengan berbaik sangka bahwa ini atas kuasa dan keendak-Nya, melalui keyakinian ini, bisa kita jadikan kunci dalam menghadapi persoalan apapun bagi kita sebagai muslim di hadapan Allah SWT sebagai Pencipta, Pemelihara, dan Penjamin Rezeki seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi ini,” ujarnya.

Ustadz Teguh melanjutkan, melalui ujian dan cobaan yang dihadapi tersebut, Allah memiliki maksud ingin menaikkan kelas keimanan kita. Allah ingin melihat pula sejauh mana ketergantungan hambaNya kepada-Nya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini