Penjelasan Pesantren Tebuireng Terkait Meninggalnya Gus Zaki

Kamis 02 Juli 2020 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 614 2240141 penjelasan-pesantren-tebuireng-terkait-meninggalnya-gus-zaki-tr7CIq605z.jpg KH Zaki Hadziq atau Gus Zaki (Tebuireng.online)

KH ZAKI Hadziq atau Gus Zaki meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, Jawa Timur, Rabu 1 Juli 2020. Cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari ini dinyatakan wafat usai terkena demam berdarah dengue (DB).

Keluarga Besar Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng menyatakan duka atas berpulangnya Gus Zaki yang merupakan Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Timur. Sebelumnya ponpes terbesar di Jombang ini juga baru saja kehilangan KH. Abdul Wachid Mahfudz Seblak yang juga dzuriyah KH Hasyim Asy’ari.

Baca juga: Termasuk Orang Terzolimi, Ini 3 Golongan Hamba yang Doanya Maqbul

Dalam laman resminya tebuireng.online disebutkan, kepergian Gus Zaki tidak hanya membawa duka bagi seluruh santri dan keluarga Pesantren Tebuireng, tetapi juga bagi warga nahdliyin khususnya PWNU Jawa Timur.

Gus Zaki wafat di usia 48 tahun dikarenakan penyakit DBD yang beliau derita sejak sekitar seminggu yang lalu. Jenazah akan dimakamkan di maqbaroh Masyayikh Pesantren Tebuireng.

“Abah, sekitar seminggu yang lalu telah mengalami sakit, berupa suhu badannya yang sangat tinggi,” kata Gus Robby Zidni ilman Nafia, putra Gus Zaki.

Gus Robby menuturkan, sekitar dua hari yang lalu, sang Ayah sempat dilarikan ke Pusat Kesehatan Pesantren (Pukestren), karena sakitnya tidak kunjung reda.

“Sekitar ba’da Isya, Abah dilarikan ke Pukestren dikarenakan trombositnya turun sangat rendah. Di sore harinya, hasil lab keluar, dan menyatakan bahwa trombosit beliau telah membaik. Setelah merasa cukup membaik, Abah meminta untuk dirawat di rumah,” tambahnya.

Tiba-tiba demam Gus Zaki kembali tinggi setelah beristirahat di rumah. Lalu beliau sempat dilarikan ke Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU). Ternyata, di RSNU, jumlah kamar sudah penuh oleh pasien lain. Maka Gus Zaki dirujuk ke RSUD Jombang.

“Selama di RSUD tersebut, Abah sudah tidak sadarkan diri, lalu sehabis Magrib, Abah menghembuskan nafas terakhirnya,” kata Robby.

Gus Zaki merupakan keluarga Pesantren Tebuireng yang menjadi rujukan literatur tentang KH. Hasyim Asy’ari dan Tebuireng. Beliau juga merawat dan menyebarluaskan kitab-kitab dan makalah karya sang kakek, sebuah tugas yang diwariskan oleh sang kakak Alm. KH Ishomuddin Hadziq.

Sebelumnya Gus Zaki sempat dikabarkan terpapar Covid-19. Namun, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jombang Budi Winarno mengatakan, pihaknya belum menerima laporan terkait positif tidaknya Gus Zaki.

"Belum ada laporan, kami masih melakukan koordinasi dengan RSUD Jombang maupun dengan Dinas Kesehatan terkait hal ini," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (2/7/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini