Bagaimana Nasib Perlengkapan Jamaah Haji Pasca-Batal Berangkat?

Jum'at 03 Juli 2020 20:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 614 2240907 bagaimana-nasib-perlengkapan-jamaah-haji-pasca-batal-berangkat-yFUqi7eQyz.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

PEMERINTAH resmi tidak memberangkatkan jamaah haji Indonesia untuk penyelenggaraan haji 1441H/2020M. Muncul pertanyaan bagaimana nasib perlengkapan haji para jamaah paska pembatalan keberangkatan tersebut?

Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Nasrullah Jasam menjelaskan, pemerintah dan Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS BIPIH) sebenarnya telah menyiapkan perlengkapan dan souvenir bagi jemaah haji yang telah melakukan pelunasan.

Ia menyampaikan, bagi jamaah haji yang telah menerima suvenir haji dari BPS BIPIH pada tahun 1441H/2020M ini tidak akan mendapatkan lagi suvenir pada musim haji tahun 1442H/2021 M yang akan datang. Masing-masing jamaah menerima perlengkapan dan suuvenir antara lain kain ihram, mukena serta kain batik haji.

“Kami berkoordinasi dengan pihak BPS BIPIH, sesuai KMA 494 Tahun 2020, jamaah yang sudah mendapatkan perlengkapan haji tahun ini tidak akan mendapatkan lagi di tahun berikutnya,” kata Nasrullah, melansir dari laman Kemenag.go.id, Jumat (3/7/2020).

Baca juga: Menteri Agama Harap Ilmuwan Muslimah Lakukan Tiga Peran Ini

Adapun jamaah haji yang sudah mendapatkan suvenir kemudian meninggal dunia lanjut Nasrullah, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak BPS BIPIH. Prinsipnya jika jamaah tersebut wafat kemudian porsinya dilimpahkan kepada ahli waris yang berbeda jenis kelamin dan sudah tentu suvenir hajinya juga berbeda, akhirnya disepakati bahwa suvenirnya dapat diganti.

“Misalkan jamaah haji yang meninggal adalah laki-laki dan ahli waris penggantinya berjenis kelamin perempuan, maka disepakati yang kain ihramnya diambil dan digantikan dengan mukena,” terang Nasrullah.

“Sementara untuk gelang jamaah, prinsipnya sudah jadi semua. Tinggal ditulis nama, kloter dan tahun keberangkatannya, itupun tergantung dengan Nota Kesepahaman (MoU) penetapan kuota jemaah haji oleh Arab Saudi. Tergantung situasi apakah kuota masih 221Ribu atau bertambah atau juga bisa jadi berkurang,” tambah dia.

Terkait dokumen-dokumen perjalanan haji, Nasrullah menyampaikan Kemenag akan menyiapkan video tutorial alur penyelesaian dokumen haji dengan e-visa. Tutorial ini selanjutnya akan dibagikan ke seluruh Kanwil Kemenag dan Kantor Kemenag Kabupaten Kota.

“Karena alur penyelesaian dokumen haji akan di Kanwilkan dan di Kankemenagkan, karena itu kita tidak mungkin melakukan sosialisasi sampai dengan Kankemenag yang jumlahnya 500-an. Maka kita buat semacam video tutorial juknis penyelesaian alur dokumen dengan e-visa,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini