Pengalaman Dahsyat Malcolm X saat Berhaji

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Sabtu 04 Juli 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 04 614 2241229 pengalaman-dahsyat-malcolm-x-saat-berhaji-6S1J0cTte2.JPG Malcolm X (Foto: Ethics.org.au)

PADA tahun 1964, Malcolm X pernah menjalankan ibadah haji. Ia dikenal sebagai orang yang sangat percaya pada nasionalisme hitam dan kembali ke Amerika sebagai seseorang yang sangat berbeda dari sebelumnya.

Dilansir dari laman About Islam, Sabtu (4/7/2020), Malcolm memiliki pengalaman yang mengubah hidupnya. Sebelum menunaikan haji, ia percaya pada anggapan bahwa umat manusia terbagi menjadi ras hitam dan putih, dan tak akan ada kemungkinan untuk menyatukan mereka. Namun, pengalamannya selepas berpulang dari haji justru memperlihatkan fakta yang sebaliknya.

Haji membuat Malcolm X menjadi orang yang sangat berubah, seakan dilahirkan kembali. Ia tak hanya percaya pada persaudaraan universal semua umat manusia, namun juga menjadi lebih berkomitmen untuk bekerja demi cita-citanya yang tercerahkan selepas dari haji.

Haji menjadikan Malcolm X orang yang sepenuhnya berubah, seolahia terlahir kembali. Setelah itu ia tidak hanya percaya pada persaudaraan universal semua umat manusia; tetapi menjadi berkomitmen untuk bekerja demi cita-cita yang diserapnya dari haji.

Maka, muncul pertanyaan, bagaimana agar kita dapat memilik pengalaman yang sama dalam memanfaatkan secara maksimal dari hikmah haji dan kemudian terus diterapkan dalam hidup? Malcolm lebih lanjut menceritakan tentang pengalaman berkesannya dari haji yang berhasil merubahnya.

“Anda mungkin saja kaget dengan kata-kata ini, namun, perjalanan haji ini, berdasarkan apa yang saya lihat dan alami, secara tak langsung telah membuat saya kembali mengatur ulang pola pikir saya, dan membuang berbagai kesimpulan yang sebelumnya saya yakini,” kata Malcolm.

Ia menjelaskan betapa takjubnya ia terhadap apa yang ia saksikan, saat melihat keramahtamahan yang tulus dan semangat persaudaraan yang luar biasa yang terjadi antara sekumpulan manusia dari berbagai ras dan warna kulit yang disatukan di Tanah Suci.

Baca juga: Curhat Muslim Inggris Batal Berhaji Tahun Ini

“Ada puluhan ribu jamaah haji dari seluruh dunia, dengan berbagai perbedaan, dari pirang bermata biru hingga ke keturunan Afrika berkulit hitam. Tetapi kami semua di sini berkumpul atas tujuan yang sama, menunjukkan semangat persatuan dan persaudaraan terlepas dari segala perbedaan yang ada. Hal ini membuat saya yang telah lama di Amerika menjadi percaya bahwa tak akan pernah ada batasan yang sebenarnya antara ras kulit putih dan non kulit putih," tuturnya.

Mendapati ilham tersebut, ia berpesan bahwa butuh lebih banyak orang Amerika dalam memahami Islam, karena inilah agama yang ia yakini mampu menghapus masalah perbedaan ras di antara masyarakat. Pengalamannya yang dahsyat ini membuka pikirannya bahwa persaudaraan yang tulus antara manusia dengan segala perbedaan itu adalah benar adanya.

Semua ini ia dapatkan setelah bersedia mengubah keyakinannya untuk menuju kebenaran. Haji telah mengajarinya tentang pesan perdamaian dan persaudaraan universal di bawah kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Hal ini semakin mendekatkan dirinya dengan Sang Pencipta. Percaya bahwa dengan semangat kepercayaan dan pengorbanan yang sejati di atas segalanya inilah dapat dipetik makna yang mendalam, seperti dalam Islam dan Iman.

Untuk dapat merasakan manfaat sepenuhnya dari haji, maka kita harus menginternalisasi dari pengalaman selama haji. Berikut ialah tips untuk memaknai haji seutuhnya:

1. Haji mendekatkan kesadaran kita akan hubungan dengan Allah. Sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan kita bahwa semua peribadahan selama haji, ataupun segala kegiatan ibadah yang dilembagakan ialah tujuannya untuk membangun ingatan kita terhadap Allah. Dengan begitu, mengingat Allah dapat melalui bacaan-bacaan dzikir, meniru teladan Nabi Muhammad yang terkasih dan menjadikannya sebagai agenda harian kita dalam ibadah.

2. Bersamaan dengan zikir, haji juga menjadi perenungan tentang kematian. Para jamaah diingatkan tentang perjalanan akhir mereka ketika mengenakan pakaian ihram, speerti kain kafan dan tempat kita dimakamkan. Tak ada yang lebih baik daripada mengingat Allah dengan berzikir dan mengingat kematian yang sudah pasti akan datang pada waktunya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Dari haji kita juga dapat belajar bahwa terkandung persaudaraan dan kewarganegaraan universal yang saling terkait dan berhubungan. Hal ini dapat dimaknai dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kecilnya adalah saat kita datang ke masjid, kita perlu mengesampingkan pola pikir kita terhadap suku atau ras tertentu, dan bersedia merangkul semua manusia terlepas dari segala perbedaannya, sebagai saudara seiman dan atas kemanusiaan. Sebagaimana Rasulullah pernah bersabda:

"Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan tidak akan sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kalian pada sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian," (HR. Muslim).

4. Sholat berjamaah tak hanya dimaksudkan untuk menyembah Allah, melainkan sama halnya dengan haji, dimana hal tersebut mengumpulkan orang-orang beriman dari segala bentuk dan warna kulit untuk berdiri bersama bahu-membahu layaknya saudara.

5. Alquran adalah pesan yang memberi hidup, sumber segala penyembuhan dan ajaran kasih. Karenanya, kita harus membiasakan diri untuk senantiasa memulai dan mengakhiri hari dari pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Makna membaca Alquran lebih dari sekadar melafalkannya, melainkan lebih kepada menerima pesan-pesan tersebut dalam hati, yang memengaruhi semakin terbukanya hati dan pikiran.

6. Haji juga memiliki pesan yang dimaksudkan untuk menjadikan kita hidup lebih damai dan harmonis dengan semua orang. Hal ini terefleksikan dari bagaimana berinteraksi dengan orang lain, menjalin tali persaudaraan, toleransi, kasih sayang, dan kemurahan hati yang harus diimplementasikan dalam hidup di tengah masyarakat. Semua orang berpeluang untuk menerapkan ini di manapun, baik di sekolah, masjid, kantor, rumah sakit, dan lingkungan tempat tinggal.

7. Haji juga secara tersirat mengajarkan kedisiplinan diri, di mana dunia ini penuh dengan godaan dan kita harus mengetahui bagaimana untuk mengatasinya. Menetapkan beribadah dengan istiqomah dalam berzikir, mengingat kematian dan senantiasa sibuk beribadah kepada Allah menjadi senjata terampuh dalam memerangi segala godaan tersebut.

8. Tak lupa, keteguhan dalam istighfar juga wajib untuk senantiasa dilakukan selepas haji. Sebagaimana salah satu pesan disampaikan, “orang-orang terbaik yang akan muncul di hadapan Allah pada hari kebangkitan adalah mereka yang senantiasa mengucapkan istighfar,”.

Allah Ta'ala memerintahkan kita agar senantiasa datang kepada-Nya. Dengan istighfar, kita telah menemukan pelarian diri yang tepat dari kegagalan yang menimpa, atau kecenderungan dari setiap kejahatan maupun dosa.

Semoga Allah senantiasa mengampuni dosa kita, baik kecil ataupun besar, pertama ataupun terakhir, hingga segala dosa yang kita ketahui maupun tidak ketahui.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya